LombokPost - Bursa calon ketua KONI NTB kian menghangat. Petahana Mori Hanafi secara terbuka menyatakan kesiapannya untuk kembali bersaing dalam pemilihan kepengurusan periode mendatang. ”Saya maju lagi. Siap menghadapi siapa pun, enggak ada masalah, saya akan daftar,” tegas Mori Hanafi.
Langkah ini diambil bukan tanpa alasan. Mori menilai masa persiapan menuju PON sudah sangat mendesak. Efektif, waktu yang tersisa untuk mematangkan segala kebutuhan ajang olahraga terbesar se-Indonesia tersebut tinggal dua tahun.
Kondisi makin mengkhawatirkan lantaran Pemprov NTB dinilai belum memiliki cetak biru persiapan secara mandiri. Sejauh ini, pemprov masih bergantung penuh pada masterplan yang dirancang KONI NTB periode sebelumnya.
Baca Juga: Pemilihan Ketua KONI NTB Diulang dari Nol, Caretaker Bakal Disiapkan Pusat
Mori juga menyentil keberadaan Pengurus Besar (PB) PON yang belum berjalan optimal. Koordinasi serta pembagian tugas teknis di lapangan dinilai masih lambat, padahal jadwal pelaksanaan terus berpacu dengan waktu. ”Waktu pelaksanaan PON tinggal dua tahun lagi. Kalau yang pegang enggak paham, bisa kacau PON kita,” ujarnya.
Kesinambungan kepemimpinan menjadi faktor krusial yang ia soroti. Tim pengurus lama dianggap paling memahami peta jalan penyelenggaraan, mulai dari proses awal bidding tuan rumah, pemetaan venue, hingga komunikasi intensif dengan KONI Pusat dan pengurus cabang olahraga.
Bagi Mori, pertaruhan nama baik daerah di panggung nasional tidak bisa diselesaikan hanya dengan janji-janji di atas kertas. Pengalaman teknis jauh lebih dibutuhkan ketimbang sekadar komitmen politik tanpa aksi nyata.
Baca Juga: Dua Balon Ketua KONI NTB Dinyatakan TMS dan Gagal Lolos Verifikasi
”Pertaruhan kita ini PON, tidak cuma sebatas retorika tapi harus laksana. Kami masih bisa melapisi PB PON jika mereka kekurangan jam terbang,” pungkasnya.
Di sisi lain, peta bursa Ketua KONI NTB makin sengit setelah Wali Kota Mataram Mohan Roliskana dipastikan ikut berburu kursi kepemimpinan. Langkah Mohan mendapat suntikan dukungan langsung dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal yang memilih mundur dari kontestasi.
Suhu panas bursa Ketua KONI NTB ini merupakan buntut dari kebuntuan pada Musorprov sebelumnya. Kala itu, berkas pendaftaran Mori Hanafi maupun Lalu Muhamad Iqbal dinyatakan tidak lolos verifikasi oleh Tim Penyaring dan Pemeriksa (TPP).
Akibat ketiadaan calon tetap pada forum Musorprov tersebut, KONI Pusat mengambil alih kendali organisasi. Tim caretaker resmi dibentuk untuk mengawal tahapan Musorprovlub KONI NTB guna menentukan sosok definitif yang akan menakhodai bursa Ketua KONI NTB ke depan.
Editor : Pujo NugrohoSumber : Wawancara