Drama Penalti Legend Eternal vs Garuda Lombok FC Warnai Final Perampuan All Star Cup 2026

Hamdani Wathoni • Dipublikasikan Rabu, 30 September 2026 | 23:52 WIB
GRAND FINAL: Tim Legend Eternal menghadapai Garuda Lombok FC dalam Final Perampuan All Star Cup 2026, Rabu (30/9).
GRAND FINAL: Tim Legend Eternal menghadapai Garuda Lombok FC dalam Final Perampuan All Star Cup 2026, Rabu (30/9).

LombokPost – Turnamen sepak bola perempuan Perampuan All Star Cup 2026 berlangsung semarak. Ajang yang mempertemukan para pemain legend dari berbagai kabupaten/kota di Pulau Lombok tersebut tidak hanya menjadi arena kompetisi, tetapi juga menjadi momentum mempererat silaturahmi antarpemain dan daerah.

Partai grand final mempertemukan Legend Eternal melawan Garuda Lombok FC. Pertandingan berlangsung sengit hingga waktu normal berakhir dengan skor imbang. Pemenang pun harus ditentukan melalui drama adu penalti.

Dalam adu tos-tosan tersebut, Legend Eternal tampil lebih tenang. Mereka akhirnya memastikan gelar juara setelah memenangkan adu penalti dengan skor 4-2.

Pertandingan final menjadi penutup rangkaian Perampuan All Star Cup 2026 yang diikuti para pemain berpengalaman dari sejumlah wilayah di Pulau Lombok.

Kehadiran para pemain legend membuat turnamen ini memiliki daya tarik tersendiri, sekaligus menunjukkan bahwa aktivitas sepak bola tetap bisa menjadi ruang olahraga dan silaturahmi lintas usia.

Baca Juga: Kanvas Boleh Terbatas, Nyala Seni Tak Boleh Padam

Anggota DPRD Lombok Barat dari daerah pemilihan Labuapi-Kediri, Romi Rahman, mengapresiasi pelaksanaan turnamen tersebut. Menurut dia, kegiatan olahraga seperti Perampuan All Star Cup memiliki banyak manfaat bagi masyarakat.

“Pemerintah Lombok Barat harus mendukung kegiatan seperti ini. Ini bagian dari mengolahragakan masyarakat sekaligus menjadi ajang silaturahmi,” kata Romi.

Menurutnya, kegiatan olahraga yang melibatkan masyarakat dari berbagai daerah juga dapat menjadi sarana memperkenalkan potensi Lombok Barat. Terlebih jika turnamen dikemas secara berkelanjutan dan melibatkan peserta dari berbagai kabupaten/kota.

Romi menilai pemerintah daerah perlu melihat kegiatan semacam ini bukan hanya dari sisi pertandingan. Namun juga sebagai bagian dari upaya membangun kebersamaan masyarakat sekaligus mendukung promosi daerah.

“Ini juga menjadi salah satu cara untuk mempromosikan Kabupaten Lombok Barat. Karena peserta datang dari berbagai daerah di Pulau Lombok,” ujarnya.

Dia berharap turnamen serupa dapat lebih sering digelar di Lombok Barat. Pemerintah daerah, kata dia, dapat memberikan dukungan baik dalam bentuk kehadiran maupun dukungan material sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

“Ke depan kegiatan seperti ini harus diperbanyak. Pemerintah juga bisa mendukung, baik melalui kehadiran maupun dukungan materi,” tegasnya.

Baca Juga: Tembus 6 Besar Nasional, NTB Masuk Daftar Daerah dengan Pemuda Gabut Paling Sedikit

Romi menambahkan, keberadaan turnamen sepak bola perempuan juga penting untuk membuka ruang partisipasi olahraga yang lebih luas. Tidak hanya bagi atlet muda, tetapi juga bagi para pemain yang pernah aktif dan kini kembali berkumpul melalui pertandingan antarkomunitas.

Perampuan All Star Cup 2026 pun diharapkan menjadi awal bagi lahirnya lebih banyak agenda olahraga serupa di Lombok Barat. Selain menjaga kebugaran, turnamen dapat menjadi wadah membangun jejaring dan memperkuat hubungan antardaerah melalui olahraga. 

Editor : Redaksi Lombok Post
Sumber : Lombok Post
garuda lombok Legend Eternal all star 2026 sepak bola legend