Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Perbaikan Dermaga Teluk Nara Diusulkan ke Pusat

Administrator • Selasa, 23 Juli 2019 | 15:11 WIB
RUSAK BERAT: Salah satu bangunan di Terminal Teluk Nara yang mengalami rusak parah akibat gempa tahun lalu.
RUSAK BERAT: Salah satu bangunan di Terminal Teluk Nara yang mengalami rusak parah akibat gempa tahun lalu.

TANJUNG-Pascagempa tahun lalu, dermaga dan terminal Teluk Nara, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara (KLU)  mengalami kerusakan. Perbaikan fasilitas di lokasi tersebut membutuhkan dana cukup besar. Karena itu Dinas Perhubungan Kelautan dan Perikanan (Dishublutkan) KLU berencana mengajukan perbaikan dermaga dan terminal ini ke pemerintah pusat.


“Selain perbaikan, kami harapkan juga dilakukan pengembangan terhadap kawasan tersebut,” kata Kepala Dishublutkan KLU  Iwan Maret Asmara kemarin (22/7).


Ia menuturkan, kerusakan Dermaga Teluk Nara cukup parah sehingga tidak bisa digunakan untuk sandar kapal. Padahal jumlah kapal yang datang bersandar semakin banyak.


Begitu juga dengan Terminal Teluk Nara, mengalami kerusakan parah akibat bencana gempa bumi lalu. Hingga saat ini, terminal tersebut tidak dapat difungsikan dengan baik.


"Kita usulkan untuk DAK 2020, ada anggaran perbaikan terminal sekitar Rp 6 miliar, dan dermaga sekitar Rp 800 juta," imbuhnya.


Jika usulan tersebut disetujui, dermaga tersebut diharapkan bisa digunakan oleh fastboat. Khususnya yang beroperasi di wilayah perairan Malaka. Diketahui saat ini banyak dermaga tikus yang menjadi tempat sandar dan bongkar muat barang serta penumpang fastboat. Adanya dermaga tikus ini salah satunya disebabkan belum maksimalnya sarana dan prasarana dermaga di terminal Teluk Nara .


"Di Desa Malaka, hanya Dermaga Teluk Nara  yang legal. Karena itu setelah pembenahan ini, kita dorong agar kapal laut dan fastboat untuk bersandar di sana,” jelasnya


Tahun ini, kata Iwan, pemerintah pusat akan mengerjakan dua dermaga di KLU. Yakni bantuan pembenahan dermaga Gili Trawangan dan Gili Meno. Anggaran Dermaga Gili Trawangan telah dialokasikan sebesar Rp 17 miliar, dan untuk Dermaga Gili Meno Rp 9,8 miliar. Keduanya bersumber dari DAK.


"Untuk konstruksinya, kedua dermaga ini menggunakan tiang pancang," pungkasnya. (fer/r4)

Editor : Administrator
#Tanjung