Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Budidaya Semangka Terkendala Lahan

Administrator • Kamis, 29 Agustus 2019 | 11:19 WIB
TANJUNG-Semangka merupakan salah satu komoditas lahan kering yang cocok dibudidayakan di wilayah Desa Gumantar, Kecamatan Kayangan, Kabupaten Lombok Utara (KLU). Iklim tersebut membuat pola tanam semangka bisa dilakukan hingga tiga kali setahun.

Salah satu pengawas produksi semangka Dusun Amor-amor, Desa Gumantar Karnim mengutarakan, areal tanam semangka yang dikelola belasan tahun belakangan di wilayah tersebut sudah jauh berkurang. Areal kelola awal seluas 12 hektare, kini tersisa hanya lima hektare.

"Awalnya lahan yang dikelola 12 hektare, tapi begitu masuk usaha tambak, jadi berkurang," kata Karnim, kemarin (28/8).

Pengawas asal Dusun Lading-lading Desa Tanjung ini menjelaskan, budidaya semangka di daerah tersebut adalah pengusaha Cina. Sejak budidaya tersebut dimulai pertama kali, ia sudah dipercaya untuk mengelola lahan tersebut. Selama belasan tahun mengolah lahan, jumlah warga yang terlibat dalam budidaya semangka ini cukup banyak, antara 25-30 orang.

Ia membayangkan, jika lahan yang dikelola makin luas, maka akan semakin banyak warga yang terbantu. Apalagi sistem upah yang diterapkan pengusaha adalah upah harian. Mereka dibayar Rp 65 ribu per hari untuk pria dan Rp 60 ribu per hari untuk perempuan.

Setiap tahun, budidaya semangka dilakukan selama 3 kali dengan periode tanam maksimal 3 bulan. Sehingga dalam 9 bulan, sebagian warga Amor-amor praktis tidak menganggur. Tingkat kesuksesan budidaya Semangka di Amor-amor cukup tinggi. Setiap panen, rata-rata produksi minimal 1 ton per hektare. Produksi akan terganggu apabila cuaca kurang mendukung, atau terkena hama penyakit.

"Untuk pengairan kami gunakan sumur bor, hampir setiap hari sumur dioperasionalkan dan itu juga membantu warga karena perusahan menyediakan sumur gratis," jelasnya.

Karnim mengaku, pihaknya berencana menambah lahan terutama pascapengalihan lahan semangka kepada perusahaan tambak udang. Namun hingga saat ini, pihaknya belum memperoleh kepastian dari pemerintah daerah.

"Ekspansi areal tanam sudah lama direncanakan, tapi belum dapat kepastian. Apalagi pasar semangka sudah jelas," tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian H Nanang Matalata dikonfirmasi mengenai persoalan ini masih belum memberikan jawaban. (fer/r4) Editor : Administrator
#Tanjung