Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kemarau, 67 Dusun di Lombok Utara Terancam Kekurangan Air Bersih

Administrator • Jumat, 7 Agustus 2020 | 10:43 WIB
BANTU WARGA: Armada BPBD KLU mendistribusikan air bersih di salah satu dusun yang terdampak kekeringan, beberapa waktu lalu.( BPBD KLU for Lombok Post)
BANTU WARGA: Armada BPBD KLU mendistribusikan air bersih di salah satu dusun yang terdampak kekeringan, beberapa waktu lalu.( BPBD KLU for Lombok Post)
TANJUNG-Bayang-bayang kekeringan mulai melanda. Dari data BPBD KLU, setidaknya ada 67 dusun dari 19 desa KLU berpotensi mengalami kekeringan cukup parah.

”Jadi data itu kita tetap mengacu pada data tahun lalu,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KLU I Ketut Pasek Suparta, Rabu (5/8).

Sesuai pemaparan BMKG, puncak kekeringan dimulai Agustus hingga September. Ini tidak begitu ekstrem dibandingkan tahun lalu yang puncaknya pada Juli-Desember.

”Tahun lalu masif sekali,” jelasnya.

Diceritakan, masalah yang ada seperti, di Dusun Kerurak, Desa Segara Katon, Gangga, BPBD harus melakukan dropping air. Padahal di dusun tersebut ada dua sumur bor. Hal serupa terjadi juga di Kecamatan Kayangan.

”Mereka tidak bisa gunakan lantaran bingung siapa yang akan mengisi pulsa listrik untuk sumur bor tersebut. Artinya ini masalah manajemen,” jelas Pasek.

Sedangkan di Sambik Elen, Bayan, ada beberapa mata air yang debitnya berkurang akibat pengaruh musim. Sumur bornya bahkan sudah digali beberapa kali, namun air tidak kunjung ditemukan.

”Karena PDAM tidak bisa masuk, itu yang menjadi penanganan kita dengan distribusi air,” ujar dia.

Pasek mengungkapkan dusun terdampak kekeringan tersebut tersebar di seluruh kecamatan. Berdasarkan data BPBD KLU tertanggal 13 Juli 2020, di Kecamatan Pemenang ada Desa Malaka, Pemenang Barat, dan Pemenang Timur. Di Kecamatan Tanjung ada Desa Medana dan Sokong.

Di Kecamatan Gangga ada Desa Bentek, Gondang, Rempek, Sambik Bangkol, dan Genggelang. Di Kecamatan Kayangan ada Desa Gumantar, Salut, dan Selengen. Sedangkan di Kecamatan Bayan ada Desa Senaru, Mumbulsari, Akar-akar, Batu Rakit, Sambik Elen, dan Sukadana.

Diterangkan lebih lanjut, Desa Malaka ada tiga dusun yang berpotensi mengalami kekeringan. Desa Pemenang Barat dusun dan Pemenang Timur satu dusun. Di Medana dua dusun dan Sokong dua dusun.

Selanjutnya di Desa Bentek dua dusun, Gondang satu dusun, Rempek lima dusun, Sambik Bangkol tiga dusun, dan Genggelang enam dusun. Gumantar tiga dusun, Salut empat dusun, dan Selengen tujuh dusun.

Berikutnya Senaru dua dusun, Mumbulsari lima dusun, Akar-akar 12 dusun, Batu Rakit dua dusun, Sambik Elen tiga dusun, dan Sukadana tiga dusun.

”Totalnya 8.661 KK dengan 26.036 jiwa yang berpotensi terdampak kekeringan,” beber dia.

Pihaknya siap menyalurkan air bersih jika ada permintaan. Namun sejak memasuki Agustus ini, belum ada permintaan. ”Tinggal kita bergerak saja,” kata dia.

Warga Dusun Kerurak, Desa Segara Katon Wiramaya Arnadi mengatakan kekeringan sudah terjadi selama dua bulan di dusunnya. Sejauh ini, warga memanfaatkan air sumur bor di depan masjid untuk keperluan sehari-hari.

”Untuk mandi kami kesusahan. Air PDAM pun belum ada mengalir ke penduduk,” tandas dia. (fer/r9)

  Editor : Administrator
#kemarau #Kekeringan Lombok #Krisis Air Bersih