Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Kasta KLU meminta Pemda KLU memaksimalkan sisa waktu yang ada. Sembari menanti vaksi, seharusnya gencar sosialisasi pada warga.
”Alangkah elok dan bijaknya OPD terkait menjawab keraguan dikalangan masyarakat sebelum vaksin tiba,” ujar Ketua LSM Kasta KLU Dedi Romi Harjo, (14/1).
Ada banyak hal maupun pernyataan terkait vaksin yang membuat masyarakat ragu untuk melakukan vaksinasi.
”Terlebih lagi kami melihat selama ini belum ada pernyataan resmi dari pemda kita terkait program vaksin dari pemerintah pusat itu,” sorot dia.
Manfaat hingga efek samping vaksin harus dijelaskan. ”Ini yang terpenting harus disampaikan ke masyarakat kita,” tandas dia.
Kepala Dinas Kesehatan KLU H Lalu Bahrudin mengatakan, Pemda KLU berencana mulai merealisasikan penggunaannya Februari mendatang. Vaksin tahap pertama nantinya ditujukan bagi seluruh Sumber Daya Kesehatan Masyarakat (SDKM) di KLU.
”Total SDKM kita mencapai 789 orang yang pertama kali akan di vaksin nanti. Selanjutnya nanti ke TNI dan Polri,” ujar dia.
Masyarakat umum nantinya berlanjut setelah itu. ”Kapan waktunya, nanti tergantung provinsi yang mendistribusikan, namun dijadwalkan itu antara Februari atau Maret,” sambung Bahrudin.
Lanjut dia, KLU mendapat jadwal di tahap kedua bersama tujuh kabupaten/kota lainnya.
Vaksin diberikan gratis. Prediksinya, vaksinasi rampung dalam satu hingga dua tahun. Mantan direktur RSUD KLU itu menjelaskan, anggaran vaksin dari pemerintah pusat. Namun jika ada kekurangan, itu akan menjadi tanggung jawab daerah. Bappeda juga sudah diingatkan untuk menganggarkan.
”Anggaran disiapkan untuk yang tidak tercover oleh pusat saja,” pungkas dia.
Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar menegaskan siap menjadi orang pertama yang divaksin. Vaksinasi ini dinilainya bertujuan baik untuk menghindarkan semua masyarakat dari penyakit Covid-19.
”Saya yakin tidak mungkin ada pemerintah yang tidak baik,” tegas dia.
Menurut Najmul, selama ini perspektif negatif yang terbangun banyak berasal dari media sosial. Banyak informasi yang belum valid mengenai vaksin dapat menimbulkan penyakit. Padahal obat tersebut sudah melalui serangkaian uji coba.
”Saya akan menjadi contoh buat masyarakat. Wabup, kapolres, sekda, hingga ketua dewan sudah siap lalu kenapa warga harus takut,” tegas dia.
Kapolres Lotara AKBP Feri Jaya Satriansyah juga menyatakan kesanggupannya menjadi orang pertama disuntik vaksin. Kata dia, warga KLU tak perlu takut karena sudah teruji dan disahkan penggunaannya oleh BPOM.
”Artinya seara admintrasi itu sudah bisa dipertanggungjawabkan,” kata dia. Ditegaskan pula, anggota Polres Lotara pun sudah sangat siap.
Terpisah, Wakil Bupati H Sarifudin, Pj Sekda KLU H Raden Nurjati, dan Ketua DPRD KLU Nasrudin juga serempak menegaskan kesanggupannya.
”Insya Allah, saya siap untuk itu,” ujar mereka. (fer/r9)
Editor : Wahyu Prihadi