Kepala DLHPKP Lombok Utara M Zaldy Rahardian mengatakan, masalah sampah Gili Trawangan terjadi sejak lama. Lokasi yang dekat dengan Tempat Pembuangan Sampah Terpadu (TPST) tersebut dijadikan tempat pembuangan oleh warga setempat. Sehingga ada berbagai jenis limbah berkumpul di TPST tersebut saat ini.
”Sampah yang dipikir kok masih ada menumpuk. Itu sudah menahun yang mau kita diratakan,” sambung dia.
Meratakan gunungan sampah tersebut tentunya membutuhkan alat berat yang akan kembali dipinjam dari Pemprov NTB. Tahun lalu pihaknya sudah bersurat untuk itu, namun belum bisa terealisasi.
”Katanya terkendala anggaran karena Covid ini,” beber dia.
Zaldy melanjutkan, untuk sampah plastik, pemda akan bekerja sama dengan pihak swasta. Bahkan sudah ada pihak swasta yang menawarkan bantuan alat untuk pengolahan. Pihaknya masih melakukan kajian lokasi yang pas.
”Kita akan ada MoU dengan swasta mengolah plastik jadi solar masih di kaji dengan pemda, kita akan diberikan alat dengan kapasitas produksi 1 ton di TPST,” beber dia.
Persoalan sampah, lanjut mantan Kadis PUPR KLU ini harus diatasi secara massif. Seluruh masyarakat dari dusun, desa, hingga kecamatan harus bergerak bersama.
”Kita harus kerja sama, tidak mungkin sendiri. Apalagi ada pembiayaan segala macam di situ, mumpung masih sepi maka tahun ini kita akan mulai bersihkan tumpukan sampah di Trawangan,” pungkas dia. (fer/r9) Editor : Wahyu Prihadi