”Tema yang kami ambil adalah kesederhanaan, bisa dilihat dari ujung ke ujung inilah kondisi sekolah kami apa adanya,” ujar Kepala SMAN 1 Tanjung Fatmawati, kemarin (8/2).
Pada kegiatan puncak HUT, Smantan sengaja mengusung tema parenting. Seluruh wali siswa diundang sebagai bentuk langkah awal sekolah melibatkan orang tua.
Kedepannya, kegiatan parenting ini akan terus dilakukan secara berkesinambungan. Ini menjadi upaya untuk bersinergi dalam mengawal pendidikan anak dan menekan angka putus sekolah di KLU.
Sekolah sangat mendukung pengembangan kompetensi siswa, akademik dan nonakademik. Selain mengembangkan kemampuan anak didik, PR-nya adalah membenahi kerusakan sisa gempa. ”Semoga juga nanti para orang tua bisa membantu kami mewujudkan ini,” harapnya.
Sebagai sekolah penggerak di KLU, Smantan berupaya menggerakkan semua elemen pendidikan. Guru maupun masyarakat diajak mewujudkan pendidikan yang lebih baik dan membanggakan. ”Jadi tidak ada alasan kita untuk tidak memaksimalkan diri. Aspek pendidikan dan belajar juga perlu kita tingkatkan lebih baik lagi,” tandasnya.
Salah satu wali murid Smantan Raden Nuna Abriadi mengatakan, pendidikan adalah tanggung jawab semua pihak. Menurut politisi Udayana itu, parenting yang dilakukan pihak sekolah berdampak baik bagi pendidikan anak kedepannya.
”Ini sebuah kegiatan yang bagus, sinergi antara sekolah dengan orang tua siswa,” ujarnya.
Kegiatan parenting dinilainya memiliki tujuan yang bagus. Orang tua bisa melihat perkembangan anak yang produktif, dan menurunkan nilai-nilai budaya pada mereka.
”Siapa pun kita punya tanggung jawab, tidak hanya kita orang tua saja. Agar bagaimana anak kita bisa tumbuh dengan baik,” pungkasnya. (fer/r9) Editor : Redaksi Desain Grafis