Hal ini dikatakan Kapolres Lotara AKBP I Wayan Sudarmanta. Dirinya telah menempatkan sejumlah aparat kepolisian di setiap titik SPBU. Penjagaan ketat ini dilakukan untuk memantau sekaligus memastikan kondisi aman usai kenaikan harga BBM. ”Guna terciptanya situasi yang kondusif, tak ada penimbunan, dan sebagainya,” ujarnya, Minggu (4/9)
Menurutnya, pengamanan tersebut juga untuk mengantisipasi potensi ancaman faktual. Mulai dari antrean panjang hingga potensi gangguan lain.
Pihaknya juga melakukan pembinaan dan penyuluhan pada masyarakat yang akan membeli BBM. Termasuk melakukan koordinasi dengan SPBU terkait ketersediaan baik stok BBM. ”Begitu juga kelancaran pendistribusian BBM sehingga tidak terlambat,” tegasnya.
Ditambahkannya, Polres Lotara juga rutin melakukan patroli Kegiatan Rutin yang Ditingkatkan (KRYD) di seluruh SPBU. Dia menilai SPBU sebagai salah satu objek vital yang perlu pengamanan khusus. ”Untuk menghindari kericuhan dan lainnya,” katanya.
Anggota Fraksi Gerindra DPRD KLU Hakamah ikut menanggapi kenaikan harga BBM ini. Dia mengatakan, kenaikan harga BBM ini tentu akan berdampak pada kehidupan masyarakat. Masyarakat akan mengalami kesulitan lantaran harga-harga barang pasti juga akan mengalami kenaikan. Sedangkan pendapatan mereka masih tetap sama, bahkan ada yang menurun. ”Daya beli masyarakat pasti turun,” ujarnya.
Dikatakannya, Pemerintah KLU harus segera merumuskan dampak kenaikan harga BBM ini. Kenaikan ini tidak boleh dianggap sepele, apalagi dibiarkan begitu saja. Pemerintah KLU juga diminta untuk memperhitungkan dampak terburuk nantinya.
Menurut Hakamah, masyarakat harus dilindungi dari kebijakan kenaikan harga BBM ini. Sebab sektor yang paling merasakan dampaknya yakni transportasi, petani, peternak, UMKM, hingga nelayan. Mereka harus mengeluarkan biaya tinggi untuk berproduksi. ”Kenaikan ini jangan sampai membuat masyarakat KLU tambah sengsara,” pungkasnya. (fer/r9)
Editor : Baiq Farida