Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Lombok Utara Kini Punya Vision Center, Layani Pemeriksaan Kesehatan Mata

Administrator • Sabtu, 15 Oktober 2022 | 10:36 WIB
VISION CENTER: Sejumlah masyarakat KLU yang mendaftarkan diri untuk memeriksa kesehatan mata di Vision Center yang ada di Puskesmas Kayangan, Kamis (13/10) lalu. (Foto: Istimewa)
VISION CENTER: Sejumlah masyarakat KLU yang mendaftarkan diri untuk memeriksa kesehatan mata di Vision Center yang ada di Puskesmas Kayangan, Kamis (13/10) lalu. (Foto: Istimewa)
TANJUNG-Memperingati hari pengelihatan sedunia, Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU) meluncurkan Vision Center, Kamis (13/10), di Puskesmas Kayangan.

Asisten I Setda Lombok Utara Raden Nurjati membeberkan, Puskesmas Kayangan dipilih sebagai Vision Center lantaran letak geografis yang dianggap strategis. ”Supaya gampang masyarakat kita yang di timur,” ujarnya.

Fasilitas Vision Center ini masih mencakup penjaringan saja. Saat ini layanan kesehatannya belum bisa mengarah pada pengobatan. Hal tersebut dikarenakan masih banyak peralatan maupun SDM yang belum dimiliki. ”Belum bisa layani operasi secara langsung karena peralatan kami masih standar,” sambungnya.

Screening yang dilakukan melalui Vision Center ini sebagai identifikasi awal mengenai apa yang diderita masyarakat. ”Dinas terkait awalnya menargetkan 40 persen saja,”  katanya.

Namun capaian di lapangan justru lebih tinggi mencapai 111 persen. Tercatat ada 659 kasus katarak berhasil diungkap dari screening di fasilitas Vision Center. Untuk tindak lanjut pengobatan, ke depan Pemerintah KLU akan menggandeng berbagai organisasi. ”Termasuk dengan memberikan bantuan kacamata itu kita juga sasar,” tandas Nurjati.

Sementara itu, Sekdis Kesehatan Lombok Utara H Shofan Ardianto menjelaskan, Vision Center ini untuk menangani pasien keluhan mata di Lombok Utara secara umum. Dipusatkan di Kayangan dikarenakan Kecamatan Kayangan dan Bayan diidentifikasi memiliki banyak masyarakat mengidap katarak. ”Kedepannya vision center akan menjadi rujukan mata di wilayah timur,” ujarnya.

Pendataan penyakit mata sudah dilakukan pihaknya dengan turun langsung ke dusun-dusun setempat. Mereka  mengandeng puskesmas setempat. ”Pada data September 2022 tercatat ada 659 kasus katarak dari 102.000 orang yang sudah dilakukan screening,” bebernya.

Dikatakannya, target screening sebanyak 90 ribu orang. Namun dalam perjalanannya, jumlah yang sudah disasar justru melebihi target tersebut. ”Ini cukup tinggi, kedepan kami akan terus tindak lanjuti,” sambungnya.

Diakui, pengobatan katarak di RSUD KLU pun belum maksimal. Hal ini lantaran dokter spesialis mata jumlahnya minim. ”Ada dokter spesialis mata kami di RSUD tapi jauh dari kata maksimal karena memiliki kemampuan 20 kasus per bulan,” katanya.

Sebab itu, tahun depan dinas berencana melakukan pengobatan gratis dengan mengandeng Persatuan Ahli Dokter Mata Indonesia. ”Banyak keluhan rata-rata kelainan refraksi pada anak sekolah kita, semoga dengan adanya Vision Center ini jadi tempat untuk masyarakat datang ke puskesmas,” pungkasnya. (fer/r9) Editor : Administrator
#Vision Center #KLU #Penyakit Mata