TANJUNG-Kepala Dinas Ketahanan Pangan Pertanian dan Perikanan (DKP3) KLU Tresnahadi menanggapi persoalan bantuan stup madu trigona yang dinilai tidak laik. Sebelum tender dilakukan, pihaknya telah meminta Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) mengingatkan rekanan agar pengadaan barangnya sesuai spek. ”PPK juga sudah saya ingatkan agar tolong mengingatkan rekanan agar menyediakan stup dan koloninya yang baik dan sesuai dengan spek,” ujarnya, Rabu (16/11).
Spek stup dan koloni madu trigona sudah dibuatkan sebelum dilakukan tender. Hal ini agar tidak terjadi permasalahan penolakan dari kelompok penerima nantinya. ”Intinya harus sesuai dengan spek yang baik. Saya bilang begitu agar tidak ada penolakan dari kelompok penerima,” katanya.
Mantan plt kepala Dinas Dukcapil KLU ini membenarkan jika dirinya mendapat informasi adanya penolakan. Namun pihaknya belum melakukan pemeriksaan ke lapangan untuk membuktikan hal tersebut. Sebab bantuan ini masih dalam proses distribusi dan belum dilakukan serah terima. ”Intinya kami sudah mengingatkan PPK,” sambungnya.
Sebagai Pengguna Anggaran (PA) pihaknya hanya bisa mengingatkan PPK agar melakukan pekerjaan dengan baik. Termasuk memberitahukan pada rekanan agar melakukan pengadaan yang baik. Sehingga tidak menimbulkan komplain hingga penolakan dari penerima. ”Ini anggaran dari Pokir DPRD, totalnya Rp 661 juta untuk pengadaannya,” bebernya.
Penerima masih memiliki waktu enam bulan untuk masa pengembalian jika ada komplain. ”Kalau kelompok tidak mau menerimanya itu bisa dikembalikan dia ke rekenanan, karena ini masih proses, belum serah terima,” tandasnya.
Sebelumnya, Ketua DPRD KLU Artadi mempertanyakan kualitas pengadaan stup madu trigona ini. Selain tidak laik, harga stup madu trigona juga terbilang cukup mahal. Yakni di atas Rp 300 ribu per stupnya. Padahal menurutnya, banyak petani KLU yang menyiapkan jasa pembuatan stup yang lebih bagus seharga Rp 200 ribu saja. ”Harga Rp 200 ribu, itu yang super dan sangat bagus justru tidak mau dibeli,” kritiknya. (fer/r9)
Editor : Galih Mps