Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Hebat, Pemuda Asal Santong Ubah Sampah Plastik Jadi BBM

Galih Mps • Jumat, 3 Februari 2023 | 19:30 WIB
SAMPAH JADI BBM: Heri Suhirman menunjukkan BBM yang dihasilkan dari pengolahan sampah plastik, belum lama ini.(IST/LOMBOK POST)
SAMPAH JADI BBM: Heri Suhirman menunjukkan BBM yang dihasilkan dari pengolahan sampah plastik, belum lama ini.(IST/LOMBOK POST)

Pemuda Desa Santong Kecamatan Kayangan memiliki cara solutif mengatasi masalah sampah plastik.



FERIAL AYU, Lombok Utara



Sampah plastik dipilah, kemudian dibakar. Itulah rutinitas sekelompok pemuda di Desa Santong mengatasi persoalan sampah yang kian memprihatinkan di desa tersebut.


Berawal dari kondisi sampah yang terus bertambah banyak. Bahkan mereka terpaksa harus menyematkan istilah ”Santong Darurat Sampah” ketika membahas persoalan lingkungan desa tersebut.


Pemuda yang tergabung dalam Kelompok Swadaya Masyarakat (KSM) Mandiri ini memutuskan untuk menghadapi persoalan produksi sampah itu, terutama sampah plastik.


Mereka pun memilih menyulap sampah plastik menjadi BBM. Bahan bakar ini dihasilkan melalui proses pembakaran plastik yang kerap disebut virolisis. Plastik yang dibakar diubah menjadi bahan bakar minyak mentah, yang dapat diproses menjadi jenis solar, bensin, maupun spritus. ”Semua ini berangkat dari kekhawatiran kami, terkait over produksi sampah di desa kami. Nanti ini kami bakar dengan beberapa alat, sehingga menghasilkan BBM,” papar Ketua KSM Mandiri Heri Suhirman.


Aktivitas mengubah sampah plastik menjadi BBM ini sudah dilakoni selama dua bulan. Mereka mengumpulkan sampah plastik dari berbagai sumber yang ada. Seperti pasar, sekolah, permukiman warga.


Dari lima kilogram sampah yang dibakar, mampu menghasilkan sekitar 2,5 liter BBM. Alat-alat yang digunakan pun terbilang masih sederhana dan terbatas. Sehingga mereka belum bisa memproduksi secara besar-besaran.


Dalam satu hari, pria yang disapa Erick dan kawan-kawannya berhasil mengolah sekitar 10 sampai 20 kilogram sampah plastik menjadi 5-10 liter BBM. ”Alat-alat pembakaran kami terbatas, kapasitasnya juga kecil. Tapi setidaknya untuk solusi sampah plastik ini bisa diandalkan,” beber Erick.


Limbah hasil pembakaran plastik tersebut berbentuk semacam sedimen yang mirip pasir. Menurut Erick, limbah itu dapat dijadikan sebagai bahan dasar pembuatan aspal, maupun menjadi bahan bakar seperti arang. Selain itu, hingga saat ini diakui Erick belum ada pengembangan mengenai limbah tersebut. ”Kita masih terus berusaha tetap berinovasi, dan terus melakukan kajian terhadap limbah hasil. pembakaran ini,” tandasnya.


Upaya inovatif pemuda Santong ini diapresiasi Kepala UPTD Persampahan Dinas Lingkungan Hidup KLU Asaf Fyzee Hidayat. Kegiatan pengolahan sampah plastik ini dinilai sebagai solusi yang tepat. ”Untuk virolisis, ini yang pertama di KLU, saya pikir ini tepat untuk persoalan sampah plastik, dan kami tentu saja mendukung sepenuhnya,” kata pria yang disapa Hidayat itu.


Pihaknya saat ini sedang melakukan proses administrasi untuk memberikan fasilitas penunjang. Salah satunya berupa kendaraan roda tiga untuk menunjang aktivitas mereka.


Dirinya berharap para pemuda ini tetap konsisten berinovasi. Sehingga ke depan banyak persoalan sampah yang dapat teratasi. (*/r9)

Editor : Galih Mps
#KLU