TANJUNG-UPT Samsat Tanjung bersama Satlantas Polres Lotara dan Dinas Perhubungan Kabupaten Lombok Utara (KLU) cukup intens melakukan operasi gabungan (Opgab). Kegiatan ini dilakukan untuk memenuhi target Pajak Kendaraan Bermotor (PKB) tahun ini sebesar Rp 24 miliar.
Kepala UPT Samsat Tanjung Irnadi Kusuma mengatakan, tingkat kesadaran masyarakat KLU membayar PKB cukup tinggi. Hal ini terlihat dari target PKB yang selalu meningkat setiap tahunnya.
Pada 2021 lalu, target PKB di KLU Rp 19 miliar. Jumlah tersebut kemudian naik menjadi Rp 21 miliar pada 2022. Pada tahun ini, target PKB kembali naik menjadi Rp 24 miliar. ”(Wajib pajak, Red) memang sangat taat, ini bukan pujian tapi ini kenyataan,” tuturnya usai kegiatan operasi gabungan bersama Satlantas Polres Lotara, kemarin (11/8).
Dicontohkannya, seperti saat gempa 2018 lalu yang terjadi pada hari Minggu. Namun pada keesokan harinya, ada warga yang datang ingin membayar pajak. ”Padahal kondisi habis kena musibah, mungkin karena mereka mikir ini kewajiban, makanya saya salut sekali,” sambungnya.
Tingginya realisasi setiap tahun tersebut, kata Irnadi tak lepas dari upaya seluruh pihak terkait. Di UPT Samsat Tanjung sendiri terdapat inovasi layanan keliling dan Samsat Delivery. Layanan ini akan lebih memudahkan masyarakat dalam membayarkan pajak kendaraan bermotor mereka. ”Operasi gabungan ini adalah jalan akhir,” katanya.
Kegiatan Opgab ini, juga diakui Irnadi sebagai kemitraan UPT Samsat Tanjung dengan kepolisian, dan Dinas Perhubungan. Seperti Operasi Patuh Rinjani yang digelar Polres Lotara, pihaknya juga ikut terlibat. Hal ini dilakukan tiga sampai tujuh kali dalam sebulan.
Di sisi lain, indikator kepemilikan kendaraan motor baru di KLU merupakan yang tertinggi di NTB. Capaiannya kini mencapai 80 persen dari target sebesar Rp 13 miliar. ”Yang pasti perekonomian di KLU sudah membaik,” ucapnya.
Realisasi positif PKB di KLU ini juga didukung aturan gubernur NTB terkait keringanan dan pemutihan denda pajak. Hal ini dinilai bisa menarik wajib pajak yang memiliki tunggakan bertahun-tahun untuk membayar kewajibannya.
Sedangkan bagi wajib pajak yang membayar kewajiban tepat waktu, berkesempatan mengikuti undian umrah gratis di 31 Oktober mendatang. Jika hadiah ini dimenangkan non muslim, maka akan diganti dengan uang tunai senilai umrah tersebut. ”Balik nama kendaraan di wilayah NTB juga gratis,” tandasnya.
Salah satu wajib pajak asal Tanjung Riandi mengaku terbantu dengan adanya kemudahan yang diberikan di UPT Samsat Tanjung. Dirinya bisa mengakses keringanan pembayaran denda tunggakan PKB miliknya. ”Program ini bagus, saya sangat terbantu,” katanya. (fer/r9)
Editor : Galih Mps