Ia menerangkan luasan lahan yang akan digunakan sekitar delapan are. ”Yang penting jalan semua, kehidupan dari roda perekonomian pasar seni jalan juga,” tambahnya.
Menurutnya, jika pelabuhan tidak dibenahi, termasuk transportasi tak ditata kembali, tidak akan maksimal hasilnya. ”Inilah terpanggilnya kita seorang hati nurani pasar seni untuk menyiapkan dan bermitra dengan pihak terkait untuk bisa difungsikan sebagai ruang tunggu wisatawan,” terangnya.
Dalam surat edaran yang beredar atas nama kepala Dinas Pariwisata Provinsi NTB, Kepala UPTD Destinasi Wisata Unggulan Gili Tramena Mawardi Khairi menyampaikan pihaknya memperhatikan kunjungan wisatawan mancanegara dan nusantara ke Gili Trawangan sangat tinggi. Itu menyebabkan daya tampung pelabuhan dan ruang tunggu yang sudah ada melebihi kapasitas.
Sehingga dibutuhkan lahan untuk penataan dan penertiban moda transportasi yang beroperasi di sekitar pelabuhan Gili Trawangan. Pasar seni sebagai area publik, akan dimanfaatkan sebagai ruang tunggu wisatawan dan tempat penataan moda transportasi di area pelabuhan Gili Trawangan. ”Dimohon agar bisa mengosongkan tempat karena akan dimanfaatkan sebagai area untuk penataan moda transportasi yang ada di sekitar pelabuhan Gili Trawangan paling lambat besok Jumat (8/9),” tulis surat edaran tersebut. (nur/r9)
Editor : Redaksi Lombok Post