Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

BPBD Lombok Utara Antisipasi 11 Potensi Bencana

Galih Mega Putra S • Minggu, 12 November 2023 | 07:15 WIB
MENDUNG: Beberapa kendaraan melalui kawasan Pusuk KLU, saat kondisi mendung, Jumat (10/11)(NURUL/LOMBOK POST)
MENDUNG: Beberapa kendaraan melalui kawasan Pusuk KLU, saat kondisi mendung, Jumat (10/11)(NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost-Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Lombok Utara (BPBD KLU) melakukan antisipasi potensi bencana.

”Kami sudah melakukan mitigasi juga ya. Selain bencana yang tidak kita minta, tetapi kita tetap waspada dan siap dihadapi,” kata Kepala BPBD KLU MZ Rahadian pada media, Jumat (10/11).

Pada 2021 lalu pihaknya sudah menyusun dokumen kajian risiko bencana. Berisi pemetaan dan titik-titik yang memiliki potensi terjadinya bencana.

”KLU dalam kajian itu ada 11  ancaman bencana yang ada. Jadi satu bencana non alam, dan 10 bencana alam,” terangnya.

Khusus bencana alam, sudah ada pemetaan di masing-masing desa. Sehingga desa bisa melakukan tindakan antisipasi bila terjadi hal tersebut.

”Pemetaan ini melibatkan semua pemangku kepentingan. Sehingga sudah dilakukan sosialisasi ke desa-desa untuk membantu edukasi masyarakat wilayah rawan bencana,” jelasnya.

Ia mencontohkan Desa Malaka, Kecamatan Pemenang setiap tahunnya sering terjadi banjir. Desa ini pun dipersiapkan dalam meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat.

Seperti bila terjadi hujan terus-menerus, maka masyarakat harus peka untuk mengambil tindakan dalam mengurangi potensi risiko. Kemudian terkait jika terjadi bencana, BPBD KLU juga sudah ada logistik untuk membantu korban berupa makanan dan minuman.

Termasuk melakukan koordinasi dengan semua pihak semisal dinas social (dinsos). BPBD juga dilengkapi tim reaksi cepat setiap. ”Jadi setiap ada bencana, BPBD bersama dinsos turun bersama memberikan bantuan. Ini sudah dibagi tugas dan rencana kontigensi,” ujarnya.

Berdasarkan pengalaman, pihaknya melakukan juga antisipasi longsor hingga puting beliung. Puting beliung tergantung lokasinya, biasanya ada di Kecamatan Kayangan.

”Yang penting jaga ekosistem di daerah hulu,” jelasnya.

Kasi Kedaruratan Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD KLU Bahrain Fahmi mengatakan logistik dipastikan aman. Bisa digunakan saat terjadinya bencana dan disalurkan saat dibutuhkan.

”Koordinasi antara OPD juga pasti akan dilakukan saat ada bencana,” kata dia. (nur/r9)

Editor : Redaksi Lombok Post
#Tanjung #KLU #BPBD