Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Pemilu 2024, Pemkab KLU, Bawaslu dan Polres Lotara Komitmen Melawan Hoaks, Politisasi SARA, hingga Politik Uang

Galih Mega Putra S • Senin, 4 Desember 2023 | 19:42 WIB
SOSIALISASI: Perwakilan Pemerintah, Bawaslu, hingga Polres Lombok Utara saat sosialisasi sebagai sarana pengawasan partisipatif di Lapangan Tioq Tata Tunak Tanjung, Sabtu (2/12).
SOSIALISASI: Perwakilan Pemerintah, Bawaslu, hingga Polres Lombok Utara saat sosialisasi sebagai sarana pengawasan partisipatif di Lapangan Tioq Tata Tunak Tanjung, Sabtu (2/12).

LombokPost-Hoax, politisasi Suku Agama Ras dan Antargolongan (SARA), hingga politik uang merupakan ancaman Pemilihan Umum (Pemilu). Salah satu langkah edukasi dilakukan melalui tontonan rakyat wayang kulit.

Ini sebagai sarana mensyiarkan pengawasan partispatif bagi masyarakat Kabupaten Lombok Utara (KLU) di Lapangan Tioq Tata Tunak, Tanjung, Sabtu (2/12). ”Saya pun turut mengimbau agar kita tertib dan taat terhadap peraturan yang berlaku,” kata Bupati KLU H Djohan Sjamsu.

Dia percaya, KLU dihuni masyarakat yang memegang teguh nilai-nilai luhur yang bisa menjadi pagar penjaga agar semua berjalan aman. Kendati demikian politisi PKB memberi atensi atas kian berkembangnya aktivitas di media social terkait informasi tidak benar alias hoax.

Itu dapat berimbas pada tatanan sosial masyarakat Dayan Gunung yang selama ini rukun. ”Kita mewanti-wanti penyebaran hoax di media sosial,”  tambahnya.

Kapolres Lombok Utara AKBP Didik Putra Kuncoro menyatakan, pemilu merupakan titik konsolidasi nasional untuk memilih pemimpin dan wakil di DPR). Pihaknya memberi jaminan pelaksanaan Pemilu 2024 berjalan dengan aman. ”Saya dan anggota tiap jajaran menjamin netral dalam pemilu, kami juga telah menyiapkan berbagai strategi dalam pengamanan,” terangnya.

Ketua Bawaslu NTB Itratip menerangkan pelaksanaan gelaran wayang kulit ini sebagai sarana pengawasan partisipatif. Membumikan pesan tentang bahayanya politisasi SARA, hoax dan politik uang. ”Kami ingin hadir di tengah-tengah masyarakat menyampaikan pesan dari gelaran wayang kulit ini agar berjalan dengan suka cita,” jelasnya. 

Kendati demikian, KLU sebagai daerah yang multi agama telah membuktikan eksistensinya di setiap perhelatan Pemilu. Dengan mayoritas Islam sebagai penduduk terbesar mampu memberikan rasa aman kepada masyarakat minoritas. ”Kita tahu di KLU keluarga kita ummat lainnya pun tumbuh dengan damai,” terangnya.

Itratip juga menyampaikan terkait larangan-larangan yang tidak boleh dilakukan oleh peserta pemilu atau pun masyarakat. ”Sebagai orang Dayan Gunung yang punya komitmen sangat patuh dengan pamaliknya itu betul- betul harus dijaga harus ditunjukan di pemilu 2024 ini,” tegasnya. (nur/r9)

Editor : Marthadi
#hoax #Tanjung #KLU #sara