LombokPost-Dalam menjaga keberadaan mata air di Kabupaten Lombok Utara (KLU), PDAM Amerta Dayan Gunung mendistribusikan empat ribu bibit pohon.
”Pada tahun 2023 Tajuk Air dilaksanakan di wilayah Desa Selelos dan dilakukan beberapa titik lokasi lainnya di KLU,” kata Direktur PDAM Amerta Dayan Gunung Firmansyah, Rabu (6/12).
Jenis bibit pohon yang ditanam yakni gondang, loak, beringin, dangar, manggis, dan duren. Khusus untuk mata air Jon Plangka didistribusikan sejumlah 2.500 bibit. ”Wilayah bantaran hulu Lokok Segara didistribusikan 100 pohon durian dan 500 pohon konservasi mata air,” terangnya.
Acara puncak Tajuk Air 2023 dilaksanakan di Desa Selelos dengan mendistribusikan seribu pohon buah pada masyarakat. Ini sebagai daya dukung penguatan ekonomi masyarakat, yang terdiri dari pohon petai, jambu, jeruk, dan manggis. ”Tajuk Air 2023 dimulai sejak tanggal 20 Oktober dan berakhir hingga Januari 2024 nanti dengan diisi berbagai kegiatan,” katanya.
Diharapkan kegiatan ini mampu membangun usaha dan kesadaran masyarakat untuk menjaga dan melestarikan sumber mata air. ”Melalui program ini kami mendorong Pemda untuk membuat regulasi yang tegas terhadap perlindungan sumber mata air. Guna menjamin keberlangsungan mata air,” jelasnya.
Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) H Djohan Sjamsu mengatakan jumlah mata air begitu banyak di daerahnya. Namun seiring berjalan waktu, sedikit demi sedikit sumber mata air tersebut mulai berkurang. Salah satunya disebabkan oleh ringannya tangan orang tak bertanggung jawab, merusak alamnya sendiri. ”Banyak sekali upaya yang dilakukan oleh Pemda maupun penggiat lingkungan guna bersama memelihara alam dan menjaga sumber mata air,” tuturnya.
Bupati juga menyampaikan harapan agar bibit yang ditanam bisa tumbuh subur. Kemudian kelak bisa dimanfaatkan oleh masyarakat. ”Kewajiban kita sebagai masyarakat tentunya dapat memelihara alam yang kita tempati agar dapat dirasakan oleh anak cucu di masa depan,” kata dia. (nur/r9)
Editor : Kimda Farida