Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Gelar Aksi, Guru Honorer KLU Minta Insentif Rp 500 Ribu Per Bulan

Galih Mega Putra S • Sabtu, 13 Januari 2024 | 13:25 WIB
TEMUI WAKILNYA: Para guru honorer yang tergabung dalam AGTKH KLU menyampaikan aspirasi dana insentif di Kantor DPRD KLU, Jumat (12/1).(nurul/lombok post)
TEMUI WAKILNYA: Para guru honorer yang tergabung dalam AGTKH KLU menyampaikan aspirasi dana insentif di Kantor DPRD KLU, Jumat (12/1).(nurul/lombok post)

LombokPost-Asosiasi Guru dan Tenaga Kependidikan Honorer (AGTKH) menggelar aksi. Mereka ingin insentif bagi guru honor yang ada di Kabupaten Lombok Utara naik.

Rencana Rp 250 ribu per orang per bulan dinilai masih sangat kecil. ”Paling tidak Rp 500 ribu dengan total keseluruhannya 1.560 orang,” kata Ketua AGTKH KLU Andri Supan usai aksi di Kantor DPRD KLU, Jumat (12/1).

Pihaknya juga membahas formasi terkait pemberhentian guru honor tahun 2024. ”Kami sampaikan bila tidak terakomodir maka secara otomatis tidak kembali ke sekolah kecuali ada pembukaan formasi umum,” jelasnya.

Ketua DPRD KLU Artadi berusaha menenangkan massa yang kecewa dengan kecilnya nominal insentif guru honorer. Pihaknya berjanji berusaha memfasilitasi antara AGTKH KLU dengan Dikbudpora KLU. ”Ini kami melihat belum ada sinkron data antara dinas dan asosiasi,” ujarnya.

Pihaknya pun meminta semua melakukan sinkronisasi data dengan bersurat ke sekolah-sekolah. ”Anggaran yang ada saat ini Rp 6,399 miliar, kalau ini dibagi 1.560 orang maka akan ketemu Rp 410 ribu per orang per bulan,” ujarnya.

Nilai ini masih kurang Rp 90 ribu dari tuntutan sebesar Rp 500 ribu. Kekurangan inilah yang nantinya akan didiskusikan dengan TAPD KLU, untuk mengetahui bisa mengisi kekurangan tersebut dengan sistemnya. ”Nanti akan kita komunikasikan dengan TAPD,” jelasnya.

Data yang digunakan AGTKH merupakan data real keseluruhan guru honorer KLU. Sedangkan Dikbudpora KLU menggunakan Dapodik. ”Maka ini yang akan kita carikan benang merahnya antara kedua data ini yang akan digunakan nanti,” imbuhnya.

Masih ada waktu pada pergeseran anggaran daerah KLU nantinya bisa diusulkan. Sehingga saat ini bisa focus menyelesaikan dulu persoalan data. ”Data harus sinkron,” jelas dia. (nur/r9)

Editor : Kimda Farida
#Guru #Honor #insentif