Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Diskoperindag KLU: Awal Ramadan Harga Bapok Stabil

Galih Mega Putra S • Rabu, 13 Maret 2024 | 16:40 WIB
PANTAUAN: Pasar Tanjung menjadi salah satu lokasi pemantauan harian harga bahan pokok di Lombok Utara.(NURUL/LOMBOK POST)
PANTAUAN: Pasar Tanjung menjadi salah satu lokasi pemantauan harian harga bahan pokok di Lombok Utara.(NURUL/LOMBOK POST)

LombokPost-Dinas Koperasi, Usaha Kecil Menengah, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) Lombok Utara manyatakan harga bahan pokok (bapok) pada jelang dan awal ramadan terpantau stabil.

”Rata-rata harga ada kenaikan tapi tidak signifikan,” kata Kabid Perdagangan Diskoperindag Lombok Utara Harianto.

Ia mengatakan harga tersebut mengalami kenaikan berkisar 4-8 persen.

Namun sejauh ini jika dirata-ratakan semua harga masih terpaut sangat stabil tidak ada kenaikan.

”Awal Maret 2024 ini pantauan di pasar-pasar paling tinggi harganya daging sapi mencapai kisaran Rp 120 ribu sampai Rp 123 ribu per kilogram. Rata-rata harganya Rp 121 ribu per kilogram,” jelasnya.

Harga beras sendiri yang tinggi beberapa waktu lalu terpantau stabil.

Pekan lalu beras premium atau kualitas super rata-rata di tiga pasar menyentuh harga Rp 18 ribu per kilogram.

Sedangkan harga beras medium berada di kisaran Rp 16 ribu per kilogram.

Ia menjelaskan pihaknya tetap melaksanakan pemantauan harga reguler setiap pekan.

Menyasar tiga pasar besar di Lombok Utara, yakni pasar Tanjung, Pemenang dan Gondang. 

”Kalau untuk setiap hari kerja pantauan dilakukan di pasar Tanjung yang laporannya langsung dikirim ke Kementerian Perdagangan melalui aplikasi SP2KP,” tambahnya.

Sementara itu, Manager Bisnis Bulog NTB Sawaludin Susanto mengatakan untuk menekan harga beras pihaknya sudah menggelar operasi pasar.

Termasuk ke Lombok Utara dengan membawa stok beras SPHP bagi masyarakat dengan harga Rp 52 ribu per lima kilogram.

”Stok bisa kita bawa sekali operasi pasar 4 atau 5 ton,” kata dia. (nur/r12)

Editor : Kimda Farida
#KLU #Diskoperindag #bapok