LombokPost-Pemkab Lombok Utara menyambut baik kolaborasi bersama Bank Indonesia Perwakilan NTB untuk mengembangkan potensi yang dimiliki daerah tersebut.
Hal ini tercermin dengan sudah masuknya salah satu produk ke pasar ritel modern yang ada di Mataram.
”Ini bisa menjadi contoh produk lainnya. Kalau berpotensi akan dilirik pasar lebih luas,” kata Bupati Djohan Sjamsu.
Djohan menjelaskan dirinya bersama BI NTB menyaksikan langsung penandatanganan MoU antara PT Matahari Putra Prima dengan Kelompok Klaster Telur Ayam Jago Santong.
Bahkan kelompok ini juga mendapat bantuan dana KUR senilai Rp 101 juta untuk mengembangkan usaha dari Bank Mandiri AA Gde Ngurah.
”Kolaborasi bersama BI NTB akan terus ditingkatkan dalam mendukung UMKM Lombok Utara yang memiliki potensi pasar untuk dikembangkan,” terangnya.
Sementara itu, Kepala Perwakilan Bank Indonesia NTB Berry Arifsyah Harahap mengatakan BI NTB berusaha untuk mengawal pelaku usaha agar bisa mendapatkan pasarnya.
Salah satunya yang telah terwujud saat ini kerjasama antara Kelompok Klaster Telur Ayam Jago Santong bersama PT Matahari Putra Prima untuk pengadaan telur di pasar modern.
”Ini merupakan salah satu upaya kami untuk meningkatkan usaha agar dapat masuk ke pasar modern,” tuturnya.
Melalui ini pihaknya berkomitmen untuk menaikkan kelas UMKM.
Disamping itu dengan adanya telur dari peternak lokal bisa menjadi satu upaya menekan inflasi yang beberapa waktu menjadi penyumbang inflasi daerah salah satunya dari telur.
”Kerjasama ini melakukan pendampingan bersama Pemda KLU dengan dinas ketahanan pangan,” katanya.
Pendampingan ini juga untuk memperkuat pasar UMKM KLU terutama klaster telur.
Sehingga bisa membantu inflasi daerah semakin ditekan kedepannya bila sudah ada produk lokal yang siap masuk pasar modern
”Kami mengapresiasi dukungan Pemda KLU dan Hypermart yang telah mendukung pengembangan UMKM NTB, sehingga dapat diikuti pasar modern lainnya,” tandasnya. (nur/r12)
Editor : Redaksi Lombok Post