LombokPost-Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana dan Pemerintahan Desa (DP2KBPMD) Lombok Utara bersama Tim Percepatan Penurunan Stunting (TP2S) setempat berhasil menurunkan kasus stunting.
Data mencatat per Februari 2024 angka stunting berada di 15,98 persen.
”Hasil ini bisa tercapai dari kerja sama kita semua. Mulai dari pimpinan tertinggi sampai ke tingkat desa dan seluruh masyarakat,” kata Ketua TP2S Lombok Utara Danny Karter Febrianto Ridawan.
Danny menegaskan di akhir masa jabatan pemerintahannya bersama Djohan Sjamsu memang berusaha maksimal menurunkan angka stunting sesuai dengan rencana program pemerintah.
Pada 2019 angka stunting sangat tinggi yakni 33,03 persen. Dengan berbagai upaya terus menunjukkan tren positif di tahun 2023 turun menjadi 17,7 persen.
”Dengan kebersamaan dan sinergitas, kita tetap optimis bahwa target nasional 14 persen di akhir 2024 akan sama-sama kita capai,” ujarnya.
Pria yang menjabat sebagai wakil bupati Lombok Utara ini menegaskan perlu adanya koordinasi semua pihak untuk mencapai target yang ditentukan.
Ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, mengupas apa yang ditemukan pada saat proses audit kasus stunting.
Sehingga nantinya dapat menemukan penyebab terjadinya stunting.
”Komitmen kita bersama didalam memastikan generasi masa depan bebas dari stunting dan menjadi generasi yang sehat, cerdas dan berkualitas,” harapnya.
Sementara itu, Kepala DP2KBPMD Lombok Utara Malasiswadi mengatakan dalam menurunkan stunting harus melibatkan semua unsur.
Misalnya melibatkan TP PKK, Perwakilan BKKBN NTB, OPD, camat, unsur kesehatan dan desa, tim pakar, dokter spesialis kandungan atau anak, ahli gizi dan psikolog serta unsur terkait.
”Kami ingin mencapai target yang diinginkan daerah tahun ini bisa 14 persen,” pungkasnya. (nur/r12)
Editor : Kimda Farida