LombokPost-Permasalahan krisis air bersih di Gili Meno masih belum teratasi.
Hingga saat ini, warga maupun pelaku usaha yang ada di tempat wisata di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang itu masih kesulitan mendapatkan air bersih.
Padahal, kondisi ini diakui sudah berlangsung cukup lama, hampir satu bulan.
Kekurangan air ini juga sempat terjadi di dua gili lainnya, yaitu Gili Trawangan dan Gili Air.
Tetapi kabarnya, untuk Gili Trawangan dan Gili Air sudah teratasi.
”Gili Meno harus menjadi perhatian. Untuk mengatasi masalah ini, Pemprov perlu memberikan atensi serius dalam mengatasi persoalan tersebut. Pemprov harus turun, harus mengintervensi,” kata Wakil Ketua DPRD Provinsi NTB Nauvar Furqoni Farinduan.
Farin mengatakan air merupakan kebutuhan primer. Karena itu kondisi krisis air tersebut tidak boleh berlarut-larut.
”Sehingga kita dorong agar ini menjadi atensi khusus, tentu dalam konteks turun berkoordinasi dengan OPD terkait,” ujarnya.
Politisi Gerindra ini menilai koordinasi antar pihak terkait sangat diperlukan. Karena hal ini tidak hanya disebabkan permasalahan teknis, tetapi juga dipengaruhi hal-hal non-teknis.
”Jangan sampai muncul perdagangan air yang tidak wajar yang malah mencekik masyarakat,” tuturnya.
Terlebih Gili Meno merupakan kawasan wisata yang didatangi banyak wisatawan mancanegara atau lokal. Sebagai tempat wisata yang sudah cukup terkenal, tidak etis jika terjadi kekurangan air.
”Saya dengar, sudah banyak calon wisatawan yang meninggalkan tiga gili. Inikan berdampak terhadap retribusi daerah kita,” tandasnya.
Terpisah, Kepala Dinas Pariwisata NTB Jamaludin Maladi mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan Pemkab Lombok Utara.
Dia yakin, permasalahan ini akan segera teratasi.
”Saya dapat informasi, untuk air di Gili Trawangan sudah normal. Nanti di Gili Meno juga segera teratasi,” yakinnya.
Jamal mengakui kondisi ini berdampak terhadap kunjungan ke tiga gili. Tidak sedikit wisatawan yang membatalkan kunjungannya. Bagi wisatawan yang masih ada di gili, dia meminta kepada pelaku usaha untuk tetap memberikan pelayanan terbaik.
Misalnya dengan mengupayakan ketersediaan air bersih secara sukarela. (bib/r12)
Editor : Kimda Farida