Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Evaluasi Kemiskinan, Tim Pusat Sambangi Lombok Utara

Galih Mega Putra S • Jumat, 5 Juli 2024 | 16:05 WIB
CEK LAPANGAN: Perwakilan Kemendes melakukan pengecekan dan pemantauan dengan turun langsung mengadakan FGD di Lombok Utara, beberapa hari lalu. (PROKOPIM FOR LOMBOK POST)
CEK LAPANGAN: Perwakilan Kemendes melakukan pengecekan dan pemantauan dengan turun langsung mengadakan FGD di Lombok Utara, beberapa hari lalu. (PROKOPIM FOR LOMBOK POST)

LombokPost-Tim Evaluasi Daerah Tertinggal dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi bersama Pemerintah Kabupaten Lombok Utara menggelar Focus Group Discussion (FGD) di Aula Kantor Bupati.

”FGD dilakukan untuk menilik lebih dalam kondisi kesenjangan pembangunan daerah tertinggal di Lombok Utara,”  kata Ketua Tim Desman Armando.

Desman berharap kepada seluruh jajaran OPD untuk memberikan informasi rinci dan lengkap. Sesuai dengan apa yang diminta tim evaluasi.

 ”Adapun pertanyaan yang diberikan bersifat teknis, sehingga harapan kami berikan jawaban-jawaban yang sesuai dengan kondisi di lapangan,” katanya.

Jika melihat data angka kemiskinan menurun dibandingkan saat pertama terbentuk pada tahun 2008 lalu yang mencapai 43 pesen. 

Pencapaian penurunan angka kemiskinan ini, tidak bisa dilakukan sendirian melainkan membutuhkan kekompakan semua pihak yang saling bersinergi.

Tujuan tim evaluasi hadir untuk melakukan dialog dengan semua stakeholder yang berkaitan dengan daerah tertinggal. 

Jika pada akhirnya nanti Lomok Utara dinyatakan entas atau tidak, tergantung dari hasil penilaian yang dilakukan tim yang dibentuk Kemendes PDTT

”Jika KLU masih dalam kategori tertinggal tentunya akan dilakukan pembinaan selama tiga tahun,” katanya.

Sementara itu, Sekda Lombok Utara Anding Duwi Cahyadi menyampaikan dalam membangun suatu daerah tidak mudah.

Dimana untuk diketahui bersama saat pemekaran kabupaten di tahun 2008 angka kemiskinan 43 persen lebih.  Namun seiring waktu, angka kemiskinan menurun sekitar 25 persen. 

”Sebagai upaya mengejar ketertinggalan dibutuhkan sinergi dan kolaborasi semua pihak,” tandasnya. (nur/r12)

Editor : Kimda Farida
#fgd #KLU