LombokPost--Setelah pencarian selama tujuh hari, operasi SAR terhadap satu orang nelayan yang diduga terjatuh di utara Gili Trawangan akhirnya ditutup dengan korban dinyatakan hilang, Senin (19/8).
Kepala Kantor SAR Mataram Lalu Wahyu Efendi mengatakan, pencarian dihentikan Senin sore (19/8).
"Selama seminggu, area pencarian sudah diperluas hingga mencapai 28 NM² (mil laut)," kata Wahyu.
Sebelumnya Ahmad Mayadi, 47 tahun, asal Dusun Mentigi, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara dilaporkan pergi melaut pada Selasa (13/8) sekitar pukul 05.00 Wita.
Perahunya ditemukan pukul 07.00 Wita di perairan utara Gili Trawangan.
Dia diduga jatuh saat sedang melaut mencari ikan.
Satpolair Polres Lombok Utara (Lotara) bersama Basarnas dan dibantu masyarakat telah melakukan pencarian, namun belum juga menemukannya.
”Nelayan tersebut diperkirakan hilang di perairan Selat Lombok-Bali jalur kapal tanker I,” jelas Kasatpolair Polres Lombok Utara Iptu Henni Adriani.
Mayadi pergi melaut seorang diri menggunakan perahu melalui pelabuhan Mentigi, Desa Malaka, sekitar pukul 04.00 Wita, Selasa (13/8).
Dia berlayar menuju selat Lombok-Bali jalur kapal tanker l untuk mencari ikan.
”Selanjutnya pada pukul 07.30 Wita, rekan nelayan korban bernama Gufron melihat ke arah perahu yang digunakan Mayadi. Namun dia melihat di atas perahu tersebut tidak ada orangnya,” cerita Henni. (ksj)
Editor : Kimda Farida