Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Muhammad Helmy, Ketua Tuna Rungu Kabupaten Lombok Utara yang Getol Perjuangkan Hak-hak Disabilitas

nur cahaya • Jumat, 22 November 2024 | 14:39 WIB

 

Muhammad Helmy HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST
Muhammad Helmy HABIBUL ADNAN/LOMBOK POST

LombokPost-Helmy sudah cukup lama bergelut dengan komunitas disabilitas.

Sudah belasan tahun dia menjadi Ketua Perkumpulan Tuna Netra Indonesia (Pertuni) Kabupaten Lombok Utara.

Di samping itu, dia juga punya keahlian khusus, yaitu mampu mengobati berbagai macam penyakit dengan metode terapi.

------------------------

Secara fisik mungkin punya keterbatasan. Tetapi semangatnya tak kalah dengan orang pada umumnya.

Dia bahkan punya obsesi besar, yaitu ada kesetaraan dalam pembagunan. Semua elemen masyarakat punya peran dan kesempatan sama.

Inilah yang tengah diperjuangkan M. Helmy.

Menurutnya, dalam konsep pembangunan, tak ada yang ditinggal. Termasuk para disabilitas, yang secara fisik punya kekurangan.

”Kita ingin terus dilibatkan,” ujarnya kepada Lombok Post, Kamis (21/11).

Sebagai wadah memperjuangkan hak-hak tersebut, Helmy aktif di Pertuni, sebuah organisasi penyandang disabilitas tuna netra.

Di sinilah dia mengadakan berbagai kegiatan serta upaya-upaya memberikan pemahaman atau edukasi kepada masyarakat, bahwa mereka juga layak punya hak yang sama.

Pria asal Dusun Lekok, Desa Gondang, Kecamatan Gangga itu mengatakan, saat ini memang sudah ada lembaga yang terbuka dengan disabilitas.

Itu terbukti dengan pelibatan mereka dalam berbagai kegiatan. ”Semoga lebih baik,” cetusnya.

Helmy mengaku, saat ini ada berbagai kegiatan yang melibatkan disabilitas. Terutama rekan-rekannya yang tergabung dalam Pertuni.

”Seperti kita ikut bagaimana penaggulangan gempa, dan lain sebagainya,” jelas bapak dua anak ini.

Menurut Helmy, kapasitas SDM tuna netra di NTB, khususnya di KLU sudah mumpuni. Banyak yang telah prestasi.

Kemudian, tidak sedikit juga yang memiliki keahlian khusus.

”Kita sering kumpul, tukar pikiran karena banyak yang punya bakat. Seperti catur, juara olimpiade, dan lain sebagainya,” kata Helmy.

Helmy sendiri punya keahlian bidang pengobatan. Pria 44 tahun itu membuka terapi spesialis saraf di rumahnya.

”Kita menguasai berbagai penyakit dengan sentuhan dari saraf.  Kebetulan bisa menyembuhkan berbagai macam penyakit,” ujarnya.

Dia mengaku, selama ini pasien yang banyak ditanganinya berkaitan dengan saraf. Mulai dari stroke, vertigo.

Kemudian Helmy juga pernah mengobati penderita diabet, darah tinggi, gula darah, dan lain sebagainya.

”Kalau penyakit non-medis pakai rukyah. Pasiennya banyak dari luar daerah,” tutupnya. (*/r12)

Editor : Kimda Farida
#disabilitas #obsesi #Pembangunan #masyarakat #Pertuni #tuna netra