LombokPost-Talud SDN 6 Sama Guna, beberapa waktu lalu roboh akibat guyuran hujan. Akibatnya, sebagian tanahnya longsor. Kondisi demikian dianggap membahayakan gedung sekolah yang berada di dataran tinggi tersebut.
Ketua Komisi III DPRD KLU Sutranto mengatakan pihaknya sudah menerima keluhan dari beberapa guru SDN 6 Sama Guna. Belum lama ini dia langsung menindaklanjutinya dengan turun langsung ke lokasi. ”Kita berharap segera ada respon dari pemerintah,” ucapnya.
Dia mengaku talud yang ambruk itu telah disampaikan kepada pemerintah daerah melalui Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) KLU. Dengan harapan, bisa segera diperbaiki. ”Harus segera, karena kalau dibiarkan akan membahayakan gedung sekolah. Gedung sekolah bisa ikut ambruk juga,” katanya.
Politisi PKB itu menerangkan aspirasi dari para guru juga demikin. Apalagi talud itu diakui sudah lama dibangun. ”Mudah-mudahan dapat penanganan dini, agar jangan sampai ada kerusakan lebih besar,” ujarnya.
Sementara itu, Supriyanto salah satu guru SDN 6 Sama Guna mengaku talud ambruk itu berada di bagian depan gedung sekolah. Kata dia, hal itu jelas membahayakan bangunan sekolah. ”Beberapa waktu lalu ambruk karena hujan cukup deras,” jelasnya.
Supriayanto menerangkan lokasi talud amblas ini juga dekat dengan jalan. Jika kembali rusak, otomatis akan menutup akses jalan. Karena itulah, dia berharap agar segera ada perbaikan. ”Kalau intensitas hujan tinggi, khawatir akan amblas lagi,” ujarnya.
Tetapi ada harapan untuk segera diperbaiki. Sebab, bagian sarpras Dikpora KLU juga sudah turun melihat kondisi kerusakan itu. ”Sekalian ngecek perpustakaan lama yang rusak akibat gempa tahun 2018 yang juga belum diperbaiki,” katanya.
Bagian talud yang ambruk itu memang dekat dengan gedung perpustakaan. Ruang perpustakaan sudah lama tidak dipakai karena rusak akibat gempa. ”Ya, sudah ada tindak lanjut, dari Dikpora sudah datang mengukur kerusakan, termasuk di perpustakaan,” tandasnya. (bib/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post