Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Adanya Efisiensi Anggaran, Najmul Pastikan Pelayanan Tetap Maksimal di KLU

nur cahaya • Senin, 10 Maret 2025 | 13:13 WIB

 

Najmul Akhyar
Najmul Akhyar
 

LombokPost-Bupati Kabupaten Lombok Utara (KLU) Najmul Akhyar meminta jajarannya untuk memaknai efisiensi sebagai upaya menggunakan anggaran dengan cara dan waktu yang tepat. Artinya, keuangan digunakan untuk hal-hal pokok saja. ”Mari kita maknai efisiensi dengan semangat membelanjakan anggaran di waktu tempat,” katanya.

Dalam pelaksanaan efisiensi di KLU, Najmul mengaku akan melaksanakan dengan sebaik-baiknya. Sebab, itu merupakan program pemerintah pusat yang tertuang dalam Instruksi Presiden Nomor 1 Tahun 2025 tentang penghematan anggaran dalam pelaksanaan APBN dan APBD.

Najmul menekankan bahwa setiap OPD harus memangkas sejumlah pos pengeluaran yang dianggap tidak prioritas. Terutama di pos-pos yang memang harus dikurangi. Dia mencontohkan dengan anggaran perjalanan dinas yang harus dipangkas hingga 50 persen.

”Sehingga nanti tidak ada lagi rombongan-rombongan pergi ke luar daerah. Kalau ada persoalan yang bisa diselesaikan melalui virtual, maka kita minta manfaatkan itu,” ucapnya.

Selain itu, pemangkasan juga pada item lainnya. Seperti belanja, kajian, studi banding, seminar dan focus group discussion (FGD). Kemudian, mengurangi belanja yang bersifat pendukung dan tidak memiliki output terukur.

Dengan efisensi ini, Najmul berharap tata kelola keuangan daerah menjadi lebih baik dan akuntabel. OPD harus memastikan, bahwa pelayanan publik menjadi prioritas. ”Pelayanan kepada masyarakat harus lebih baik,” tegas Najmul.

Kepala Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) KLU Sahabudin mengatakan untuk perjalanan dinas ada pemangkasan di semua instansi pemerintahan.

Dia mengaki, dana transfer dari Kementerian Keuangan yang diterima Pemda KLU tahun ini berkurang hingga Rp 10 miliar. Pengurangan itu terdapat pada Dana Alokasi Umum (DAU) bidang umum dan Dana Alokasi Khusus (DAK) bidang irigasi. Awalnya, dana transfer yang diterima KLU sebesar Rp 779 miliar. Tetapi setelah ada pengurangan dari pusat, berkurang menjadi Rp 760 miliar. (bib/r8)

Editor : Pujo Nugroho
#Pelaksanaan #Pengurangan #prioritas #efisiensi #KLU #apbn #Anggaran #opd