LombokPost-Pemda Lombok Utara diharapkan lebih ramah terhadap investasi. Sebab, ini menjadi faktor penting dalam kemajuan daerah. Dengan adanya investasi, KLU akan lebih cepat berkembang. ”Ini belum apa-apa sudah ramai. Bagaimana investor berani masuk. Contohnya ritel modern. Baru mulai tumbuh sudah ramai,” kata Anggota DPRD KLU Artadi.
Adanya gejolak di daerah membuat suasana investasi tidak kondusif. Penanam modal akan menilai bahwa berinvestasi di Lombok Utara tidak aman. ”Sehingga investor takut masuk karena belum apa-apa sudah ada masalah,” ujarnya.
Karena itu, Artadi berpendapat, pemerintah KLU sebaiknya membuka keran investasi sebesar-besarnya. Bila perlu, jemput bola dengan mendorong investor untuk datang ke Lombok Utara. ”Termasuk ritel modern ini, biarkan orang mau berusaha. Toh juga berdampak positif untuk perekonomian kita,” katanya.
Sekretaris Dinas Penanaman Modal, Pelayanan Terpadu Satu Pintu dan Tenaga Kerja (DPMPTSP-Naker) KLU Erwin Rahadi mengatakan pemerintah daerah akan membuka peluang sebesar-besarnya untuk investasi. Dia juga memastikan, investor mendapatkan kemudahan dalam berinvestasi.
Dia mengaku, pemda menargetkan nilai investasi tahun ini sebesar Rp 1,5 triliun. Target tersebut sama dengan tahun 2024 lalu. ”Kita tidak menaikkan, masih sama,” katanya
Sementara itu, pada tahun 2024 lalu realisasi investasi di KLU mencapai Rp 1,1 triliun. Investasi terbesar tetap di sektor pariwisata. Karena itu, pemda berkomitmen memberikan pelayanan terbaik di sektor ini. Misalnya dengan mengedepankan sikap ramah agar wisatawan merasa aman dan nyaman. (bib/r8)
Editor : Redaksi Lombok Post