LombokPost-Penanganan stunting menjadi program prioritas Pemerintah Kabupaten Lombok Utara (KLU). Dalam upaya menurunkan kasus kondisi gagal tumbuh pada bayi ini, pemerintah tidak hanya melakukan penanganan terhadap kasus yang ada, tetapi juga mencegah kemunculan stunting baru.
Ketua tim percepatan penurunan stunting sekaligus Wakil Bupati KLU Kusmalahadi Syamsuri mengatakan sejauh ini pihaknya belum menentukan target penurunan stunting. Yang pasti harus ada penurunan. ”Malah kita target kasus baru nol,” ujarnya.
Dia menerangkan, dengan tidak muncul kasus baru, maka angka stunting bisa diturunkan secara maksimal. Sebaliknya, jika kasus baru tidak bisa dicegah, maka akan semakin sulit melakukan penanganan stunting.
Kusmalahadi menerangkan dalam penanganan stunting, pihaknya akan tetap memaksimalkan program yang sudah ada, serta membuat inovasi-inovasi. Program yang sudah ada misalnya, gerakan orang tua asuh cegah stunting (Genting).
Program ini sasarannya adalah lembaga atau pribadi yang mampu secara ekonomi atau memiliki harta lebih. Mereka nanti menjadi orang tua asuh anak-anak stunting. ”Itu tetap kita lakukan, memaksimalkan program yang ada dan inovasi baru kita luncurkan,” imbuhnya.
Untuk inovasi baru, pemerintah akan meluncurkan posyandu stunting. Di sini nantinya ada intervensi terhadap kasus stunting. ”Posyandu yang sudah ada kita tambahkan satu pelayanan,” jelasnya.
Kusmalahadi menyebutkan pada tahun 2020 lalu, stunting di Lombok Utara mencapai 33,8 persen. Kemudian pada tahun 2024 lalu mampu diturunkan menjadi 13,5 persen. Artinya, dalam kurun waktu empat tahun, stunting turun hingga 20,3 persen dengan rata-rata penurunan sebesar 5,07 persen per tahun.
Lebih lanjut, Kusmalahadi mengatakan penanganan stunting dilakukan bersama-sama. Ada keterlibatan dari sejumlah OPD. Di Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (DP2KBPMD) misalnya memiliki program desa sehat yang memiliki tujuan meningkatkan kualitas hidup masyarakat desa.
Kepala DP2KBPMD KLU Mala Siswadi mengatakan program desa sehat ini tidak hanya sekedar mewujudkan desa bersih, tetapi juga masyarakatnya harus dan berdaya. ”Program ini memiliki tujuan komprehensif, mencakup kesehatan, sosial, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat desa,” ujarnya.
Salah satu bentuk programnya adalah pengentasan stunting. Dia mengaku di posyandu pihaknya sudah memiliki program khusus untuk mengatasi stunting. ”Kami telah menyiapkan posyandu keluarga bersama Dinas Kesehatan. Sekarang, tugas kami adalah memperkuat tata kelolanya agar lebih efektif,” pungkasnya. (bib/r8)
Editor : Prihadi Zoldic