LombokPost-Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) menunjukkan keseriusan pembangunan Islamic Center. Bahkan, tahapan pembangunan proyek yang dirancang sebagai pusat kegiatan keislaman di Lombok Utara itu, sudah dimulai tahun 2025.
”Dilakukan secara bertahap mulai tahun ini, fokus awal pada pembangunan pagar dan penataan landscape kawasan,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Perumahan, dan Kawasan Permukiman (DPUPR-PKP) KLU Kahar Rizal.
Mega proyek ini berlokasi di kawasan Masjid Jami' Baiturrahim, Tanjung. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan rencana tersebut, Pemda Lombok Utara akan melakukan relokasi terhadap tiga kantor OPD yang menempati area yang akan digunakan untuk pengembangan Islamic Center.
Ketiga OPD tersebut adalah Dinas Kesehatan, Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD), serta Badan Pendapatan Daerah (Bapenda). ”Harus relokasi karena di sana nanti akan dibangun seperti perpustakaan, pusat keagamaan, dan fasilitas pendukung lainnya,” jelas Kahar Rizal.
DPUPR-PKP memiliki tupoksi menyiapkan infrastruktur dan fasilitas pendukung. Kahar mengaku, pihaknya sedang menyusun desain dan masterplan pembangunan Islamic Center. ”Nanti pembangunan akan dilakukan bertahap berdasarkan master plan tersebut,” imbuhnya.
Kahar menerangkan Islamic Center dicanangkan memiliki area parkir yang luas. Serta ada fasilitas perpustakaan, dan sejumlah sarana penunjang lainnya. Sehingga ke depan, Islamic Center KLU sebagai pusat pembelajaran dan pengembangan keislaman yang representatif.
”Proyek ini merupakan bagian dari visi besar Pemda untuk menghadirkan ruang publik yang religius dan multifungsi di jantung kota Tanjung,” tandasnya.
Pembangunan Islamic Center ini masuk dalam program 99 hari kerja Bupati Najmul Akhyar dan Wakil Bupati Kusmalahadi Syamsuri. Sebelumnya, Najmul mengatakan, masuknya pembangunan Islamic Center dalam program prioritas, bukan berarti dalam 99 hari itu sudah mulai dibangun.
”Program yang masuk dalam 99 hari kerja, bukan berarti program tersebut sudah terlaksana dengan baik. Tetapi baru meletakkan fondasi kuat menuju agenda kedepan. Jadi fondasi untuk lima tahun ke depan, tidak berarti tuntas,” jelasnya. (bib/r8)
Editor : Pujo Nugroho