Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bedah Buku di Momen Hari Kartini, Ketua Bhayangkari KLU Prihatin Minat Baca Generasi Muda Rendah

Marthadi • Senin, 21 April 2025 | 21:59 WIB

Ketua Bhayangkari KLU Ny Heny Fitriani memberikan keterangan usai acara bedah buku, Senin (21/4).
Ketua Bhayangkari KLU Ny Heny Fitriani memberikan keterangan usai acara bedah buku, Senin (21/4).
LombokPost-Rendahnya minat baca masyarakat, khususnya generasi muda di Kabupaten Lombok Utara (KLU) membuat Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Ny Heny Fitriani prihatin.

“Dari 100 anak, hanya tiga yang tertarik membaca. Ini sangat memprihatinkan,” ujarnya dalam acara bedah buku karyanya yang digelar bersamaan dengan peringatan Hari Kartini dan HUT ke-54 Yayasan Kemala Bhayangkari di Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Lombok Utara, Senin (21/4).

Heny Fitriani yang dikenal sebagai akademisi dan penulis produktif dengan sembilan gelar akademik, telah menerbitkan 12 buku sejak 2018 yang mencakup topik manajemen, kewirausahaan, dan digital marketing.

Ia berencana menambah lima buku lagi hingga pertengahan 2025, termasuk satu buku khusus bertema pariwisata Lombok Utara.

Buku-bukunya telah ia sumbangkan secara cuma-cuma ke Dinas Perpustakaan.

Buku-buku karyanya juga dapat diakses melalui platform digital Perpusnas.go.id.

Heny mengatakan, ini merupakan bentuk dedikasi pribadi dalam mendukung pembangunan literasi di daerah.

Ia menambahkan, upaya meningkatkan minat baca tak cukup hanya melalui kegiatan sosialisasi atau bedah buku.

Kunci utama, kata dia, terletak pada pembiasaan membaca sejak di lingkungan keluarga.

“Kalau orang tuanya hanya sibuk dengan ponsel, bagaimana anak-anak mau membaca? Harus ada keteladanan dari rumah,” tegasnya.

Ia pun menekankan pentingnya pola hidup seimbang dalam penggunaan gawai.

Heny mengusulkan konsep “fair act” atau aksi adil sebagai solusi, yakni membagi waktu secara seimbang antara membaca dan aktivitas digital.

“Kalau nonton lima menit, ya baca juga lima menit. Scroll media sosial 30 menit, ya baca buku juga 30 menit. Itu baru adil,” ujarnya.

Heny menjelaskan, membaca berdampak positif bagi kesehatan otak dan tubuh. Kebiasaan ini pun dapat mencegah kepikunan dan meningkatkan metabolisme tubuh.

“Membaca harus dimulai dari hal kecil. Cukup 2 sampai 3 halaman sebelum mandi, sebelum tidur, atau di sela waktu luang. Yang penting konsisten,” pesannya. (*/r1)

Editor : Marthadi
#literasi #buku #Bedah #kartini #bhayangkari #KLU