Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Pelestarian Permainan Tradisional Gasing di Desa Bentek, Gasing Jadi Lomba Tahunan Yang Sedot Ratusan Peserta

nur cahaya • Selasa, 22 April 2025 | 19:36 WIB

 

RUTIN: Suasana perlombaan Gasing Bulet di Desa Bentek, Kecamatan Gangga Februari 2025 lalu.
RUTIN: Suasana perlombaan Gasing Bulet di Desa Bentek, Kecamatan Gangga Februari 2025 lalu.
 

Permainan tradisional gasing masih terus dilestarikan di Lombok Utara. Bahkan gasing mendapat tempat khusu dengan dilombakan setiap tahun di Desa Bentek, Kecamatan Gangga. 

---------------------------------

Permainan tradisional ini cukup familiar di kalangan warga Desa Bentek, Kecamatan Gangga. Bahkan menjadi permainan yang cukup digandrungi di kalangan anak-anak hingga orang dewasa. ”Setiap sore di halaman rumah beberapa warga banyak dimainkan. Karena banyak yang main kita atur bikin pertandingan,” kata salah satu warga setempat, Agus Susanto.

Permainan tersebut adalah permainan tradisional Gasing. Antok, panggilan akrab Agus Susanto mengatakan sekitar lima tahun terakhir ini rutin diadakan perlombaan. ”Mulai semenjak covid-19, karena tidak ada kegiatan waktu itu,” jelasnya.

Jenis gasing dipertandingkan adalah Gasing Bulet yang terbuat dari kayu. Dalam pelaksanaannya, diikuti klub yang ada dari berbagai desa. Antok menerangkan, belakangan semakin banyak klub gasing yang muncul. Jumlahnya mencapai 50 klub lebih di Lombok Utara.

Karena itu, dalam ajang-ajang perlombaan, pesertanya tidak hanya dari Desa Bentek atau Kecamatan Gangga saja. Akan tetapi diikuti klub dari kecamatan lain seperti Pemenang hingga Bayan. ”Ada dari Desa Tegal Maja, Malaka, Gili Indah, Sama Guna, dan lain sebagainya,” katanya.

Photo
Photo

Antok menerangkan perlombaan gasing yang rutin dilaksanakan setiap tahun tidak hanya berdampak terhadap pelestarian permainan tradisional tersebut. Tetapi juga memiliki dampak terhadap sektor-sektor yang lain. Seperti memicu pertumbuhan ekonomi masyarakat. ”Ibu-ibu ramai jualan,” cetusnya.

Pada awalnya, lomba dilaksanakan secara kecil-kecilan. Pesertanya hanya anak-anak usia SD. Tetapi karena antusiasme masyarakat semakin tinggi, kini menjadi agenda rutin tahunan. Pelaksanaan lomba mulai dari pemerintah desa, komunitas, dan sanggar seni.

Antok sendiri salah satu perintis lomba Gasing Bulet. Menurutnya, momen perlombaan sekaligus dimanfaatkan untuk silaturrahmi. Dia menginisiasi lomba ini juga bertujuan mengurangi kegiatan negatif di kalangan muda.

Untuk penilaiannya, dilihat gasing yang paling lama berputar. Ada beberapa ketentuan yang harus dipatuhi peserta. Misalnya berat gasing maksimal 1 kilogram, tinggi 90 sentimeter dengan diameter 33 sentimeter. ”Agustus nanti ada perlombaan lagi,” tutupnya. (HABIBUL ADNAN/r8)

Editor : Pujo Nugroho
#gangga #Ekonomi #gasing #permainan