LombokPost-Kasus bunuh diri di Kabupaten Lombok Utara (KLU), belakangan ini cukup marak. Peristiwa mengakhiri hidup dengan cara tidak pantas itu, sudah beberapa kali terjadi. Bulan ini saja sudah tercatat dua kasus.
Pertama pada awal April lalu, di mana ditemukan ada warga Dusun Senara, Desa Genggelang, Kecamatan Gangga yang sudah ditemukan tidak bernyawa karena gantung diri. Hal serupa juga terjadi di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung pada pada Kamis (24/4) lalu.
Belum lagi insiden gantung diri seroang pria di Desa Sesait, Kecamatan Kayangan pada Maret lalu. Kasus tersebut sempat heboh karena setelah kematian korban terjadi penyerangan kantor Polsek setempat oleh warga sekitar.
Peristiwa ini mengundang keprihatinan Bupati KLU Najmul Akhyar. ”Kenyataan ini menimbulkan kekhawatiran yang mendalam di tengah masyarakat, sekaligus menjadi alarm yang serius bagi semua pihak,” katanya.
Najmul mengatakan secara khusus pemkab akan mengatensi kejadian bunuh diri. Di samping mendorong aparat melakukan penegakan hukum, pemerintah juga secara masif akan mengupayakan langkah pencegahan.
Menurut Najmul, maraknya kasus bunuh diri bukan hanya persoalan pribadi seseorang, tetapi juga pencerminan lemahnya sistem dukungan sosial. Karena itu, perlu ada langkah bersama yang memperkuat dukungan sosial itu. ”Ini bukan hanya masalah individu. Kita semua harus hadir,” ujarnya.
Untuk itu, dia mengajak seluruh lapisan masyarakat, baik tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh adat, para pemuda dan organisasi sosial untuk memperkuat solidaritas sekaligus menjadi bagian dari solusi. Kepedulian sosial dan empati, menjadi kunci dalam mencegah tragedi serupa terulang kembali.
”Kita harus saling merawat. Mari kita jaga harapan, kuatkan iman, dan bangun ruang-ruang aman bagi siapa pun yang tengah berjuang dalam hidupnya. Insya Allah, semua masalah bisa kita hadapi jika bersama,” imbuhnya.
Kasus bunuh diri kerap dipicu tekanan hidup, masalah pribadi, hingga gangguan kesehatan mental. Namun begitu, dia yakin, dengan pendekatan yang tepat, dukungan emosional, dan kepedulian lingkungan sosial, masalah tersebut bisa diselesaikan bersama. ”Lombok Utara kini ditantang untuk menjadi kabupaten yang lebih peduli, tanggap, dan penuh harapan,” pungkasnya.
Terbaru, dugaan bunuh diri terjadi di Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung. Kapolsek Tanjung AKP Remanto mengaku pihaknya masih mendalami motif kasus tersebut. ”Motifnya terus kita dalami. Korban meninggal ditemukan menggantung dengan kondisi ada bekas jeratan di leher,” katanya.
Kasus ini terjadi pada Kamis (24/4), sekitar pukul 09.00 Wita. Korbannya seorang pria berinisial J (49), buruh harian lepas asal Desa Sigar Penjalin. Dari keterangan beberapa saksi, korban ditemukan gantung diri di gudang rongsokan di rumahnya.
”Awalnya istri korban pergi kerja mengupas ubi ke tetangga, kemudian pulang sarapan dan tiba-tiba melihat suaminya sudah gantung diri,” jelas Remanto. (bib/r8)
Editor : Pujo Nugroho