Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Heny Fitriani Istri Kapolres KLU yang Menulis 12 Buku, Ingin Berkontribusi untuk Pemerataan Pendidikan

nur cahaya • Sabtu, 3 Mei 2025 | 10:59 WIB

 

IHeny Fitriani
IHeny Fitriani
  

Sebagai istri perwira polisi, Heny Fitriani tentu sangat sibuk. Tetapi di tengah kesibukannya, tidak mengurangi produktivitasnya dalam menulis, Dia bahkan akan terus menelurkan karya ilmiah.

--------------------------------

'Di mana pun saya berada, saya ingin hadir dan memberi makna', Inilah yang menjadi tagline Heny Fitriani.

Karena itu, dia selalu berusaha melakukan hal terbaik dalam hidupnya. Berbuat menebar kemanfaatan untuk sesama.

Misalnya yang dilakukannya pada momentum peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas). Istri Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta itu mengambil langkah konkret dalam meningkatkan literasi di Bumi Tioq Tata Tunaq, yaitu menyumbangkan sejumlah buku karyanya ke Perpustakaan Daerah KLU.

Perempuan yang lahir di Semarang pada 22 September 1978 itu memang memiliki banyak karya ilmiah. Sudah ada 12 tulisan yang telah dibukukan.

Pada tahun 2025 ini saja, dia menulis dua buku. Masing-masing berjudul Manajemen Sumber Daya Manusia: Inovasi dan Paradigma Kontemporer, serta buku berjudul Manajemen Marketing Digital: Strategi Inovasi dan Praktik Terkini.

Baginya, menulis adalah bentuk kontribusi nyata dalam memajukan bangsa di bidang literasi.

Karena literasi masyarakat saat ini cukup memprihatinkan. Ini terbukti dengan masih rendahnya minta baca.

Photo
Photo

Jika anak-anak tidak suka membaca, jangan berharap pendidikan akan bisa maju.

”Melalui buku, kita bisa membuka jendela dunia bagi anak-anak kita. Melalui pendidikan, kita menyiapkan mereka menghadapi tantangan masa depan,” ujarnya.

Karena itulah, dia berkomitmen untuk terus menulis karya ilmiah.

Selain dua buku yang berhasil diterbitkan di tahun ink, Heny telah menulis enam buku di tahun 2024. Buku pertamanya terbit tahun 2018 yang berjudul MOH dan HPP Melonjak: Kendalikan dan Awasi.

Heny memang bergelut di dunia akademik.

Dia merupakan dosen terbang di beberapa perguruan tinggi. Sebagai akademisi, dia menyoroti tantangan yang dihadapi sebagian anak-anak di Lombok Utara, yaitu akses pendidikan yang belum layak.

Karena itu, dia berkomitmen untuk berkontribusi dalam menghadirkan akses pendidikan yang layak.

Menurutnya, pendidikan yang bermutu dan merata bukan hanya hak, tetapi juga pondasi bagi masa depan bangsa.

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara mengatakan pemerataan pendidikan harus menyentuh hingga ke wilayah terpencil. Tak terkecuali perempuan dan anak berkebutuhan khusus.

”Masih ada anak-anak kita yang belum menikmati pendidikan sebagaimana mestinya,” katanya.

Pemerataan akses pendidikan ini sejalan dengan tema Hardiknas tahun ini. Yaitu 'Partisipasi Semesta Wujudkan Pendidikan Bermutu Untuk Semua’.

”Tema Hardiknas menjadi pengingat bahwa tidak boleh ada yang tertinggal, terutama perempuan dan anak-anak dengan kebutuhan khusus,” ujarnya.

Untuk itu, Heny menekankan pentingnya keterlibatan semua elemen masyarakat dalam menciptakan pendidikan yang inklusif.

Baginya, peringatan Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan ajakan untuk bergerak bersama secara berkelanjutan.

Kesenjangan di dunia pendidikan juga ditemuinya di Lombok Utara.

Karena itu, dia mengajak seluruh elemen, mulai pemerintah daerah, institusi pendidikan, organisasi sosial, dan masyarakat umum untuk saling bahu-membahu memperkuat sistem pendidikan yang lebih adil dan menyeluruh.

Selain aktif di dunia literasi, Heny juga kerap terlibat dalam kegiatan sosial yang menjangkau komunitas di pelosok desa.

Dia percaya bahwa perempuan dan anak-anak di daerah terpencil memiliki potensi besar, namun membutuhkan akses dan dorongan yang tepat agar dapat berkembang maksimal.

Heny aktif dalam pemberdayaan perempuan, pendidikan masyarakat, serta isu sosial dan kemanusiaan.

Tak hanya mengajar, Heny mendorong pemikiran kritis di ruang kelas, termasuk terhadap institusi Polri, sembari menjaga integritas sebagai istri seorang perwira. Baginya, kontribusi adalah kunci makna hidup. (Habibul Adnan/r8)

Editor : Kimda Farida
#pemerataan #pendidikan #KLU #Inovasi #Lombok Utara