Nah, satu di antara perpustakaan desa yang aktif adalah perpustakaan Desa Malaka, Kecamatan Pemenang.
------------------------------------
Belasan siswa SD tampak memilih beberapa judul buku yang berjejer rapi di sebuah rak buku.
Baca Juga: KSB Punya Perpustakaan Kekinian, Bupati Minta OPD Tingkatkan Literasi
Sebagian ada yang membuka lembar demi lembar, kemudian kembali menutup dan menaruhnya di rak tersebut.
”Lagi cari buku kisah para nabi,” kata seseorang siswa.
Tak lama kemudian, siswa itu menemukan judul buku yang dicarinya.
Begitu juga para siswa lainnya sudah duduk manis karena buku yang dicari telah ditemukan. Mereka adalah siswa salah satu SD di Desa Malaka, Kecamatan Pemenang.
Para siswa tersebut tengah berkunjung ke pojok baca atau perpustakaan desa setempat.
Kepala Desa Malaka Akmaludin Ichwan mengatakan perpustakaan ini dibuat tahun 2014 lalu. ”Atas kami inisiatif dan perangkat desa,” katanya.
Baca Juga: Dokumen Lelang Sudah Diunggah ke Sistem, Kantor Wali Kota Baru Bakal Nyambung ke Perpustakaan
Inisiatif tersebut muncul karena banyaknya lembaga pendidikan di Desa Malaka. Baik sekolah swasta maupun sekolah negeri. ”Kita ingin memudahkan anak-anak mendapatkan buku bacaan,” ujarnya.
Sehingga sasaran perpustakaan ini adalah siswa sekolah tersebut.
Ichwan mengatakan berhenti secara berkala mengadakan kegiatan dengan mendatangkan siswa dari beberapa sekolah, dan diarahkan membaca buku.
”Setiap ada kegiatan pasti kami minta sekadar menyempatkan diri hadir di perpustakaan,” tuturnya.
Baca Juga: Bank Indonesia NTB Perluas Akses Perpustakaan dan Tingkatkan Layanan Digital
Dosen Ilmu Manajemen di Universitas NW Mataram ini menambahkan di samping siswa, termasuk juga menyasar masyarakat umum. Yaitu dengan menempatkan buku bacaan di beberapa destinasi wisata.
”Ada pojok baca di masing-masing pokdarwis, kami tempatkan buku di situ,” imbuhnya.
Ichwan mengaku jumlah buku koleksi perpustakaan selalu bertambah. Yaitu membangun komunikasi dengan perpustakaan daerah dan perpustakaan nasional.
”Dan beberapa investor. Alhamdulillah kami mendapat tambahan buku,” cetusnya.
Perpustakaan Desa Malaka juga sudah beberapa kali mengikuti lomba.
Baik di tingkat kabupaten dan provinsi. Capaiannya tidak pernah mengecewakan.
Baca Juga: Perpustakaan KPwBI NTB MoU dengan Sejumlah Mitra, Hadirkan Ribuan Koleksi Buku Fisik dan Digital
”Alhamdulillah kita dapat prestasi,” ujar Ichwan.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip KLU Wahyu Darmawan mengatakan ada sekitar tujuh desa di KLU yang memiliki pojok baca.
"Tetapi banyak di antaranya tidak aktif. Hanya empat yang punya kepengurusan," ujarnya.
Sementara itu, perpustakaan Desa Malaka termasuk sangat aktif.
Sebagai bentuk bantuan dan dukungan pemerintah daerah, selain memberikan fasilitas perpustakaan digital ke Desa Malaka.
Dia berharap keberadaan perpustakaan Desa Malaka dapat meningkatkan minat baca masyarakat.
Wahyu menjelaskan, minat banyak di Lombok Utara masih cukup rendah. Dari 100 anak hanya tiga yang gemar membaca.
”Ini masih kecil sekali, makanya harus ada upaya bersama,” tutupnya. (HABIBUL ADNAN/r8)
Editor : Kimda Farida