Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Jejak Sejarah Penjajahan Jepang Ini jadi Destinasi Wisata Menarik di Kabupaten Lombok Utara

Geumerie Ayu • Senin, 26 Mei 2025 | 08:53 WIB
Jejak sejarah penjajahan Jepang  ini jadi destinasi wisata populer di Kabupaten Lombok Utara
Jejak sejarah penjajahan Jepang ini jadi destinasi wisata populer di Kabupaten Lombok Utara

LombokPost- Kabupaten Lombok Utara memiliki peninggalan sejarah masa penjajahan Jepang yang kini menjadi destinasi wisata yang cukup populer hingga saat ini.

Jejak sejarah penjajahan Jepang ini dikenal dengan sebutan Gua Nippon atau Gua Jepang yang terletak di Dusun Karang Nangka, Desa Sokong, Kecamatan Tanjung, tak jauh dari pusat pemerintahan Kabupaten Lombok Utara.

Gua yang menjadi jejak sejarah penjajahan Jepang tersebut kini telah berubah menjadi salah satu destinasi wisata pusat kota yang cukup populer di Kabupaten Lombok Utara.

Menuju gua peninggalan penjajahan Jepang ini tidaklah sulit karena masih bisa diakses kendaraan roda empat.

Setelah tiba di Pasar Tanjung, sekitar 50 meter sebelum jembatan belok ke arah kanan dan berjalan lurus hingga pengendara kembali bertemu dengan pertigaan sebelum jembatan lainnya.

Di pertigaan tersebut, pengendara harus berbelok ke arah kanan dan melewati jalan sedikit menanjak.

Di ujung tanjakan, sekitar 50 meter ketika berada di turunan, di sebelah kanan jalan itulah letak arah menuju lokasi gua tersebut.

Berdasarkan informasi warga setempat, dinamakan Gua Nippon lantaran dulunya pernah ditinggali tentara Jepang.

Jejak sejarah penjajahan Jepang ini jadi destinasi wisata populer di Kabupaten Lombok Utara
Jejak sejarah penjajahan Jepang ini jadi destinasi wisata populer di Kabupaten Lombok Utara

Pada saat itu, ketika ada masyarakat yang tidak patuh dengan tentara Jepang, maka anak gadis mereka akan diambil paksa dan dijadikan wanita penghibur bagi tentara Jepang.

Selain Gua Nippon, ada juga peninggalan penjajahan Jepang lainnya seperti sisa fondasi paddock, atau tempat untuk menaruh kuda.

Warga tahu itu tempat taruh kuda karena dulunya pernah ditemukan bekas kotoran kuda.

Di sebelah Barat gua juga terdapat sisa pondasi lainnya.

Kabarnya, itu dulunya merupakan bangunan rumah kaca besar yang dijadikan aula. Tapi kondisi sekarang sudah rata, sudah tidak ada bangunan.

Satu-satunya peninggalan yang masih utuh hingga saat ini hanyalah gua Jepang tersebut.

Panjangnya di kisaran 20-30 meter dengan lebar lorong kurang lebih satu meter.

Di dalamnya terdapat empat kamar yang dijadikan sebagai tempat peristirahatan tentara Jepang.

Dari dalam gua tersebut orang bisa melihat ke semua arah.

Tentara Jepang dulunya bisa melihat langsung aktivitas masyarakat di sekitarnya. Bahkan, aktivitas musuh dari arah laut pun bisa terlihat jelas.

Salah satu keturunan kelima Kedatuan (kerajaan,Red) di Kabupaten Lombok Utara Raden Parawangsa Jaya Ningrat membeberkan, Gua Nippon merupakan salah satu peninggalan sejarah yang masih otentik hingga saat ini.

Jejak sejarah penjajahan Jepang  ini jadi destinasi wisata populer di Kabupaten Lombok Utara
Jejak sejarah penjajahan Jepang ini jadi destinasi wisata populer di Kabupaten Lombok Utara

Peninggalan tersebut kini dijaga dan dimanfaatkan Kelompok Sadar Wisata (Pokdarwis) Sokong sebagai tempat wisata sejarah.

Awalnya keberadaan gua tersebut sempat tertutup. Hal itu lantaran lokasi tersebut dinilai masyarakat setempat sebagai tempat sakral.

Baca Juga: Dulunya Anti Buka-Bukaan, Jinyoung GOT7 Malah Tampil Berani di Film High Five

“Semasih saya kecil, sering saya main layang-layang di sana. Awalnya di sana tertutup, tapi lambat laun itu dijadikan tempat wisata sejarah,” bebernya.

Dikatakan pria yang disapa Datu Jaya ini, dari informasi almarhum kakeknya Datu Artadi, di setiap kampung di Kabupaten Lombok Utara ada gua yang dibuat penjajah.

Gua ini sebenarnya dibangun masyarakat lokal atas perintah tentara Jepang.

“Istilahnya orang Jepang ini mandornya lah, karena saat itu orangtua kita dijajah,” sambungnya.

Pembangunan gua Jepang ini diperkirakan terjadi pada tahun 1939-1945, yang artinya, pada saat Perang Dunia II, gua ini bahkan sudah ada.

Dulunya, salah satu fungsi gua tersebut yakni sebagai tempat berlindung.

Pada saat ada operasi militer atau gemuruh pesawat, masyarakat merasa ketakutan dan berlindung di sana.

Bahkan, tidak hanya gua saja, di dekatnya ada bangunan rumah dan satu tempat kandang kuda milik tentara Jepang.

Jejak sejarah penjajahan Jepang ini jadi destinasi wisata populer di Kabupaten Lombok Utara
Jejak sejarah penjajahan Jepang ini jadi destinasi wisata populer di Kabupaten Lombok Utara

“Dulu transportasinya kuda yang paling mewah. Jadi ketika suara kuda masuk ke kampung, pasti masyarakat ketakutan semua,” jelasnya.

Dibeberkannya, tentara Jepang saat itu, kata Datu Jaya, sengaja memilih lokasi pembuatan goa di dataran tinggi.

Selain menjadi tempat persembunyian, juga dijadikan sebagai menara pantau. Sebab dari gua itu, mereka bisa melihat ke segala penjuru arah.

Lebih lanjut, perjuangan para leluhur Gumi Paer Dayan Gunung (Kabupaten Lombok Utara, Red) sangat keras untuk mengusir penjajah saat itu.

Salah satu bentuk perlawanan mereka adalah dengan menyatukan kekuatan seluruh lokal, yang dipelopori Kedatuan.

“Keturunan Kedatuan inilah yang berperan besar dalam melawan penjajah, karena pada zaman itu merekalah yang eksis,” kata Datu Jaya.

“Sumber daya finansial, pemikiran, dan strategi itu ada di masa Kedatuan itu. Makanya mereka ini adalah pejuangnya dulu,” tambah pria yang juga budayawan muda Kabupaten Lombok Utara ini.

Di Kedatuan Lombok Utara, keturunannya masih menyimpan sejumlah barang pusaka hingga saat ini.

Benda itulah yang digunakan untuk melawan kekejaman penjajah saat itu. Salah satunya adalah keris yang menjadi lambang perlawanan.

“Jadi pada saat perlawanan itu, tidak hanya menggunakan bambu runcing, tetapi juga keris,” terangnya.

Selain gua Jepang di Sokong, peninggalan sejarah lainnya juga ada di Desa Gili Indah, Kecamatan Pemenang.

Berupa sebuah meriam besar dan gua serupa, yang berada di bukit Gili Trawangan.

Hanya saja, oleh masyarakat setempat, Meriam itu dibongkar. Kemudian dibawa masyarakat untuk disimpan di masjid yang ada di pulau tersebut.

Sedangkan untuk bola meriam atau pelurunya, itu disimpan di  Bebekeq (cagar budaya,Red) Desa Selelos Kecamatan Gangga.

Beberapa waktu lalu, dirinya membersihkan dan memandikan peninggalan sejarah tersebut.

Selain meriam besar, ada juga meriam kecil yang dimuseumkan di rumah salah satu tokoh di Kerta Gangga.

Peninggalan- peninggalan ini diakui Datu Jaya menjadi saksi kekejaman penjajahan Jepang saat itu.

“Kejam mereka dulu, siapa yang tidak tahu itu,” pungkasnya.

 

Editor : Akbar Sirinawa
#penjajahan jepang #Kabupaten Lombok Utara #sejarah #Gua Nippon #gua jepang #destinasi wisata