LombokPost - Pemda Kabupaten Lombok Utara (KLU) telah memperoleh prestasi opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) sebanyak 11 kali berturut-turut.
Bupati KLU Najmul Akhyar bersyukur atas capaian dalam laporan keuangan tersebut.
Opini WTP bukan sekadar prestasi di atas kertas. Tetapi ini menunjukkan bahwa pengelolaan dan laporan keuangan daerah sudah dilaksanakan oleh Pemda KLU sesuai ketentuan yang berlaku.
”Ini adalah cerminan dari komitmen bersama terhadap tata kelola keuangan yang baik,” tegasnya.
Najmul menerangkan pengelolaan keuangan daerah saat ini sudah sangat baik. Dari sisi pendapatan misalnya, di tahun 2024 lalu melampaui target, yaitu surplus hingga Rp 90 miliar lebih
Pendapatan daerah pada tahun 2024 ditarget Rp 1,15 triliun. Akan tetapi realisasinya sebesar Rp 1,22 triliun.
”Atau dengan capaian mencapai 105,33 persen, meningkat 17,42 persen dibanding tahun sebelumnya,” jelas bupati dua periode itu.
Kemudian capaian pendapatan asli daerah (PAD) juga cukup memuaskan. Meski realisasinya tidak 100 persen, tapi sudah sesuai harapan.
”Realisasi 94,92 persen. PAD di tahun 2024 ditarget Rp 301,4 miliar, kemudian realisasinya Rp 286,1 miliar,” papar Najmul.
Angka tersebut telah melebihi capaian tahun sebelumnya atau ada pertumbuhan mencapai 26,13 persen. Pertumbuhan ini salah satunya didorong realisasi pajak daerah yang melebihi target, yakni dengan capaian 124,02 persen.
Sisi pendapatan ini salah satunya diperoleh dari bagi hasil PT. Amman Mineral Internasional. Sektor lain-lain pendapatan yang sah ini sebesar Rp 74,2 miliar.
Bupati Najmul menekankan bahwa tantangan ke depan adalah mempertahankan opini WTP. Kemudian terus meningkatkan kualitas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah (LKPD).
”Untuk itu, sistem informasi keuangan daerah akan terus diperkuat,” pungkasnya. (bib/r8)
Editor : Jelo Sangaji