Kegiatan ini diwarnai semangat toleransi dengan membersihkan empat rumah ibadah lintas iman yang berdiri berdampingan: Masjid Bhayangkara, Gereja, Pura, dan Vihara.
Untuk diketahui, Polres Lombok Utara menjadi satu-satunya polres di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang memiliki fasilitas rumah ibadah terlengkap lintas agama. Sarana ini bukan hanya untuk anggota Polri, tetapi juga dibuka untuk masyarakat umum. Warga bisa beribadah bersama, tanpa memandang perbedaan keyakinan.
Kapolres Lombok Utara AKBP Agus Purwanta menegaskan, keberadaan rumah ibadah lintas iman ini menjadi simbol kuat toleransi dan pelayanan inklusif Polri.
“Polres Lombok Utara menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam menjamin hak spiritual seluruh umat beragama. Bahkan, gereja di kompleks polres ini adalah satu-satunya gereja umat Kristiani di Lombok Utara,” tegasnya.
Kegiatan bakti religi ini merupakan bentuk pelayanan menyeluruh, bukan hanya soal keamanan, tapi juga menyentuh kebutuhan spiritual masyarakat.
“Yang kami bangun bukan hanya bangunan, tapi ruang spiritual yang hidup dan penuh makna,” tambahnya.
Kegiatan bakti religi ini juga melibatkan Bhayangkari Cabang Lombok Utara, yang dikomandoi Ny Heny Agus Purwanta. Ia bersama anggota Bhayangkari turut membersihkan rumah ibadah dengan sukacita dan cinta terhadap keragaman.
“Kami tidak hanya membersihkan tempat ibadah, tapi merawat simbol kebersamaan dan kasih antarumat. Ini bentuk cinta Bhayangkari terhadap keberagaman Indonesia,” ujar Heny.
Ia menambahkan, Lombok Utara adalah miniatur toleransi Indonesia. Bahkan di satu keluarga, ada yang menganut tiga agama berbeda dan tetap hidup rukun, saling merayakan hari besar keagamaan dengan rasa syukur.
Bakti lintas iman ini tidak hanya jadi simbol, tetapi praktik nyata kehidupan beragama yang harmonis di Lombok Utara.
Polres Lombok Utara membuktikan bahwa toleransi bukan sekadar wacana, melainkan tindakan. (*)
Editor : Marthadi