Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Warga Gili Meno Menjerit Krisis Air Bersih, Setahun Sudah Sulit Air Bersih

Lombok Post Online • Selasa, 8 Juli 2025 | 16:25 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

LombokPost - Warga Gili Meno masih mengalami krisis air bersih.

Kondisi dialami lebih dari setahun.

Hal ini disampaikan Zaenur karena perlakuan berbeda diberikan kepada warga di dua gili, yaitu Gili Air dan Gili Trawangan.

”Kami masyarakat Gili Meno merasa dianaktirikan oleh pemda,” kata Zaenur, warga setempat.

Mereka mengalami kecukupan air bersih. Berbanding terbalik dengan yang dialami warga Gili Meno yang sudah lama krisis air bersih.

”Kami di Gili Meno juga bagian dari Desa Gili Indah. Jangan hanya di sana dipenuhi hak dasarnya berupa air bersih, sementara kami tidak diberikan hak yang sama,” ujarnya.

Posisinya juga sama dengan dua gili tersebut, yaitu sama-sama menjadi daerah wisata. Bahkan, Gili Meno juga penghasil pendapatan asli daerah (PAD) terbesar di KLU, selain Gili Trawangan dan Gili Air.

”Jangan hanya retribusi yang ditarik, tapi tidak ada timbal-baliknya ke masyarakat,” tambahnya.

Sejauh ini memang ada distribusi air bersih. Yaitu dikirim melalui Pelabuhan Bangsal menggunakan kapal. Hanya saja dia mengakui masih belum cukup memenuhi kebutuhan warga.

”Itu sangat terbatas. Perusahaan saja masih kekurangan, apalagi kami sebagai masyarakat biasa,” imbuhnya.

Untuk mengatasi krisis air bersih, dia meminta Pemda KLU memasang pipa bawah laut. Cara ini dinilainya lebih baik daripada melakukan pengeboran seperti yang dilakukan PT Tiara Citra Nirwana (PT TCN). ”Kalau beli air galon, itu cukup mahal dan memberatkan masyarakat,” tandasnya.

Hal senada disampaikan Rusni, warga yang lain. Dia mengaku, warga harus berebutan ketika distribusi air dari pemerintah daerah datang. ”Ada pengiriman air menggunakan tandon, tapi kadang harus berebut dengan warga lain,” katanya.

Tak jarang juga warga menampung air hujan untuk memenuhi kebutuhan memasak, mandi, hingga untuk keperluan minum ternak. Oleh sebab itu, dia meminta agar ada perhatian dari pemerintah daerah. ”Kami berharap segera ada solusi dari pemerintah,” ujar Rusni.

WISATA UNGGULAN: Wisatawan turun dari publik boat di Gili Meno, beberapa waktu lalu.
WISATA UNGGULAN: Wisatawan turun dari publik boat di Gili Meno, beberapa waktu lalu.

Untuk memenuhi kebutuhan air bersih di Gili Meno, Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) mendorong Pemda KLU menganggarkan dana untuk pemasangan pipa bawah laut. Hal ini disampaikan Manajer Kampanye Tata Ruang dan Infrastruktur WALHI Dwi Sawung dalam konferensi pers bertajuk Darurat Air Bersih di Gili Meno, Jumat (4/7) lalu.

Kata dia, sangat memprihatinkan jika sampai saat ini warga Gili Meno kesulitan air bersih. Air bersih yang merupakan hak dasar masyarakat harus terpenuhi dengan baik. ”Saya kira tidak sulit juga buat pemda menganggarkan untuk penyediaan air bersih untuk Gili Meno,” ujarnya. (bib/r8)

Editor : Siti Aeny Maryam
#air bersih #Pemda #Gili Meno #Gili Trawangan #wisata #PAD #krisis