Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Pembangunan Bale Gong di Pura Amerta Giri Rinjani Polres KLU, Penentuan Hari Baik Jadi Tantangan Pembangunan

Lombok Post Online • Sabtu, 19 Juli 2025 | 12:13 WIB

 

Barcode Lombok Post
Barcode Lombok Post
 

Polres Lombok Utara saat ini tengah membangun Bale Gong di Pura Amerta Giri Rinjani.

Pembangunannya ditarget rampung selama dua bulan.

Pura Amerta Giri Rinjani sudah ada sejak tahun 2019 lalu. Pura ini menjadi salah satu dari lima rumah ibadah yang berdiri di area Mapolres Lombok Utara. Fasilitas ini akan dilengkapi dengan Bale Gong.

Pura ini tak hanya menjadi tempat sembahyang bagi 164 anggota Ikatan Keluarga Besar Hindu Dharma (IKBH) Polres Lombok Utara.

Tetapi juga bukti nyata inklusivitas yang dihidupi keluarga besar Polres KLU.

Pembangunan Bale Gong di Pura Amerta Giri Rinjani semakin meneguhkan rumah besar toleransi di Gumi Tioq Tata Tunaq.

Sebab, di area Mapolres KLU juga sudah ada masjid, gereja, dan vihara yang telah diresmikan sebelumnya. Bale Gong ini nanti dijadikan sebagai tempat upacara keagamaan dan kegiatan adat lainnya bagi umat Hindu.

Ketua Panitia Pembangunan IPTU I Putu Sastrawan memastikan proses pembangunan mengikuti ketentuan adat Hindu Kosala Kosali.

Di antaranya dengan tetap memperhatikan penentuan hari baik mulainya dibangun hingga posisi bangunan.

”Tantangan teknisnya justru di penentuan hari baik dan posisi bangunan,” katanya.

Sastrawan menerangkan dalam penentuan hari baik sangat hati-hati dalam menentukan hari baik agar sesuai adat.

Setelah melalui beberapa tahapan, akhirnya pelatekan batu pertama diputuskan digelar pada Kamis (17/7).

”Bale Gong akan jadi sanggar seni, tempat belajar budaya Hindu generasi Polri,” jelasnya.

Selain Bale Gong, pembangunan ini juga mencakup jabe sisi yang akan difungsikan sebagai sanggar seni, tempat persiapan upacara, hingga ruang pertemuan.

Pembangunannya menelan anggaran sekitar Rp 60 juta.

Seluruh pembiayaan bersumber dari kas IKBH. Kemudian ada juga dukungan anggaran dari internal Polres Lombok Utara. Pembangunannya ditarget rampung selama dua bulan.

”Target utama Bale Gong, lalu gapura,” katanya.

Peletakkan batu pertama pembangunan Bale Gong dan Gapura Pura Amerta Giri Rinjani pada Kamis (17/7) lalu dipimpin Kapolres KLU AKBP Agus Purwanta.

Pembangunannya bermula dari inisiatif anggota, terutama yang beragama Hindu.

”Sebagai pimpinan, ketika anggota menyampaikan niat membangun kelengkapan sarana ibadah seperti Bale Gong, saya langsung mendukung penuh,” kata Agus Purwanta.

Menurutnya, personel yang kuat harus punya dukungan spiritual yang kuat pula.

Terlebih tantangan pekerjaan Polri makin kompleks. Karena itu, sangat penting ada dukungan tempat ibadah dalam rangka memperkuat spiritual itu.

TOLERANSI: Kapolres Lombok Utara pembangunan Bale Gong di Pura Amerta Giri Rinjani, Kamis (17/7) lalu
TOLERANSI: Kapolres Lombok Utara pembangunan Bale Gong di Pura Amerta Giri Rinjani, Kamis (17/7) lalu

Ketua Bhayangkari Cabang Lombok Utara Heny Agus Purwanta berpendapat, pembangunan Bale Gong lebih dari sekadar fasilitas ibadah.

Tetapi sebagai langkah nyata merawat toleransi di lingkungan Polres.

Bhayangkari bahkan mulai menjajaki pemanfaatan Bale Gong. Yaitu sebagai ruang eksplorasi seni bagi anak-anak generasi muda Hindu di lingkungan Polres Lombok Utara.

”Saya ingin keindahan toleransi menyejukkan ini terus diwariskan ke anak cucu, kerabat, dan generasi mendatang,” kata Heny. (HABIBUL ADNAN, Lombok Utara/r8)

Editor : Kimda Farida
#rinjani #bale gong #KLU #polres #Lombok Utara