Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bukan di Lintasan Mewah Tapi di Teras Sekolah, Rahasia Juara Sepatu Roda Junior Lombok Utara di Malang

Habibul Adnan • Sabtu, 16 Agustus 2025 | 21:12 WIB
HARUMKAN DAERAH: Dua Atlet Sepatu Roda Lombok Utara yang meraih prestasi di kejuaraan Nasional Piala Wali Kota Malang XII 2025, belum lama ini.
HARUMKAN DAERAH: Dua Atlet Sepatu Roda Lombok Utara yang meraih prestasi di kejuaraan Nasional Piala Wali Kota Malang XII 2025, belum lama ini.

LombokPost - Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Piala Wali Kota Malang XII 2025, belum lama ini menjadi ajang unjuk gigi atlet muda Kabupaten Lombok Utara (KLU).

Dua atlet sepatu roda cilik sukses mengharumkan nama daerah di kancah nasional.

Kejuaraan Sepatu Roda Tingkat Nasional Piala Wali Kota Malang XII 2025 diikuti lebih dari 500 atlet dari berbagai provinsi di Indonesia. Kejuaraan ini berlangsung pada 8-10 Mei 2025 lalu.

Para peserta berlaga dalam sejumlah nomor pertandingan, mulai dari drag race, time trial, hingga road race.

Piala Wali Kota Malang sudah menjadi agenda tahunan di kalangan atlet sepatu roda nasional.

Sejak pertama kali digelar 12 tahun lalu, kejuaraan ini dikenal sebagai ajang pemanasan sekaligus tolak ukur pembinaan atlet muda sebelum mengikuti kejuaraan tingkat internasional.

Banyak atlet nasional yang memulai kariernya dari kompetisi ini.

Nah, dari 500 peserta yang berkompetisi di kejuaraan bergengsi tersebut, di antaranya ada perwakilan dari Lombok Utara. Sebut saja Dzibian Fadil dan Jihan Maolidia.

Yang membanggakan, siswa asal SDN 1 Menggala, Kecamatan Pemenang ini berhasil mengibarkan nama Lombok Utara di kancah nasional.

Itu setelah keduanya sukses meraih medali emas.
Yoyo selaku pelatih sekaligus guru di SDN 1 Menggala mengatakan, anak didiknya tampil luar biasa dalam persaingan ketat di kelas Pemula K3.

Yaitu dengan sukses menyabet medali emas di nomor drag 50 meter.

Baca Juga: Pesona Gili Trawangan, Magnet Utama Pariwisata Lombok Utara

Dzibian bahkan menambah satu medali perunggu di nomor 100 meter.

Yoyo mengatakan, yang membuatnya bangga, atlet KLU ternyata mampu mengungguli atlet-atlet dari provinsi dengan tradisi kuat sepatu roda seperti Jawa Timur, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Yoyo menerangkan, perjalanan Dzibian dan Jihan menuju Malang tidak lepas dari dukungan penuh berbagai pihak. Seperti adanya dukungan dari Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar.

Tak terkecuali dukungan penuh dari pihak SDN 1 Menggala. Dia menilai, di samping sebagai tempat para siswa menimba ilmu, sekolah juga menjadi garda terdepan dalam memberikan dukungan, baik secara materiil maupun moril.

”Kami sangat berterima kasih kepada semua pihak yang telah mendukung perkembangan sepatu roda di Lombok Utara, terutama sekolah kami,” ujar Yoyo.

Meski telah meraih prestasi, Yoyo mengakui bahwa fasilitas latihan masih jauh dari ideal. Tak ada tempat latihan yang memadai.

”Selama ini kami hanya bisa berlatih di teras sekolah,” imbuhnya.

Dengan minimnya fasilitas latihan, berdampak terhadap terbatasnya peningkatan kemampuan atlet.

Karena itu, Yoyo berharap ke depan ada perhatian lebih dalam penyediaan tempat latihan.

Bagi Lombok Utara, partisipasi kali ini menjadi catatan penting. Ini adalah kali kedua atlet sepatu roda KLU tampil di ajang nasional setelah sebelumnya mengikuti kejuaraan di Sidoarjo, Jawa Timur pada tahun 2023 lalu.

Prestasi Dzibian dan Jihan di kejuaraan nasional diharapkan menjadi inspirasi bagi anak-anak Lombok Utara untuk menekuni olahraga sepatu roda.

Meski belum memiliki fasilitas lengkap, keduanya membuktikan bahwa dengan semangat, kerja keras, dan dukungan yang tepat, prestasi nasional bisa diraih.

Editor : Pujo Nugroho
#mandalis lombok #kejuaraan #atlet sepatu roda KLU #atlet sepatu roda lombok #Lombok Utara