Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Kesaksian RA, Korban Begal Pantai Nipah Lombok, Ungkap Pelaku Pakai Celana Pendek Tiba-tiba Muncul dari Atas Tebing

Rosmayanthi • Rabu, 27 Agustus 2025 | 22:35 WIB

Dalam kondisi kepala penuh luka dan wajah lebam, RA, salah satu korban selamat begal Pantai Nipah, menceritakan kronologis serangan yang diterima dirinya dan MVPN dari orang yang tak dikenal.
Dalam kondisi kepala penuh luka dan wajah lebam, RA, salah satu korban selamat begal Pantai Nipah, menceritakan kronologis serangan yang diterima dirinya dan MVPN dari orang yang tak dikenal.
LombokPost - Dugaan kasus begal di Pantai Nipah, Lombok Utara, yang menimpa dua orang mahasiswa Universitas Mataram (Unram). 

Dua orang mahasiswa Unram, yang diidentifikasi dengan inisial MVPN (19) dan RA (19). 

Kedua pergi ke Pantai Nipah untuk menikmati pemandangan matahari terbenam. 

Mereka menggunakan sepeda motor Honda PCX hitam. 

Hingga tengah malam, keduanya tidak kunjung pulang. Pihak keluarga MVPN yang khawatir kemudian melacak keberadaan korban dan menemukan lokasi terakhir mereka di sekitar Pantai Nipah.

Pada Rabu dini hari (27/8) sekitar pukul 01.30 WITA, rekan korban, RA, ditemukan dalam kondisi tidak sadarkan diri. Ia kemudian segera dibawa ke Puskesmas Nipah untuk mendapatkan perawatan. 

Beberapa jam kemudian, sekitar pukul 06.30 WITA, MVPN ditemukan meninggal dunia di lokasi yang sama dengan posisi terlungkup.

Dugaan sementara, kedua korban menjadi sasaran pembegalan disertai kekerasan. 

Barang bukti berupa sepeda motor milik korban telah diamankan oleh polisi. Saat ini, RA dilaporkan sedang menjalani perawatan di RS Bhayangkara.

Pihak kepolisian, termasuk Satreskrim Polres Lombok Utara, telah melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP).

Jasad MVPN juga telah diautopsi di Rumah Sakit Bhayangkara Mataram. 

Hasil autopsi tersebut akan diserahkan kepada penyidik untuk membantu mengungkap identitas dan motif pelaku. 

Hingga saat ini, polisi masih terus melakukan penyelidikan mendalam untuk menuntaskan kasus ini.

Kesaksian RA, Korban Begal Pantai Nipah

Dalam kondisi kepala penuh luka dan wajah lebam, RA, salah satu korban selamat begal Pantai Nipah, menceritakan kronologis serangan yang diterima dirinya dan MVPN dari orang yang tak dikenal.

RA yang masih dalam perawatan RS Bhayangkara tersebut secara blak-blakan menceritakan kronologis kejadian yang dialaminya di Pantai Nipah.

Dilansir dari video YouTube akun Facebook @Baiq Sugiarni pada Rabu (27/8) malam, RA mengaku telah resmi berpacaran dengan MVPN sejak 3 Agustus 2025.

RA menceritakan kejadian terjadi sekitar pukul 18.00 WITA Selasa (26/8). Pelaku hanya seorang diri, tiba-tiba muncul dari balik atas tebing tempat RA dan MVPN duduk. 

Pelaku menggunakan celana pendek, lompat dari tebing dan langsung mendatangi RA dan MVPN dengan membawa sebuah bambu.

Pelaku menuduh RA dan MVPN akan bertindak macam-macam di lokasi tersebut, dan mengancam keduanya akan dibawa ke Kepala Dusun (Kasus) Nipah.

"Kalian mau macem-macem ya, saya bawa kalian ke Kadus nanti ya," ucap pelaku, seperti yang ditirukan RA.

"Kita gak macem-macem, ini silahkan periksa tas kita klo gak percaya," jawab RA ke pelaku.

Namun pelaku tetap saja menuduh keduanya. RA dan MVPN pun memutuskan untuk pulang karena matahari juga sudah mulai tenggelam.

"Sudah gelap juga jadi kita mau pulang, tapi orang itu gak kasih kita pergi (menghadang)," tambah RA.

Warga sekitar Pantai Nipah, Dusun Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara geger atas ditemukan mayat seorang gadis muda pada Rabu (27/8).
Warga sekitar Pantai Nipah, Dusun Nipah, Desa Malaka, Kecamatan Pemenang, Kabupaten Lombok Utara geger atas ditemukan mayat seorang gadis muda pada Rabu (27/8).

RA pun mengaja MVPN pulang, namun saat itulah kepalanya dipukul pakai bambu oleh pelaku. Sisanya dia tidak ingat lagi.

RA tidak bisa menyebutkan warna baju pelaku karena hari sudah gelap. Tapi jika bertemu kembali, RA yakin masih bisa mengenali wajahnya. "Usianya sekitar 20 sampai 30 an," tambah RA.

Editor : Siti Aeny Maryam
#korban #pelaku #Pantai Nipah #tebing #Lombok