Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Melihat Cara FPRB Lombok Utara Mencetak Generasi Tangguh. Kembangkan Bahan Ajar Mitigasi Bencana untuk Sekolah

Habibul Adnan • Sabtu, 30 Agustus 2025 | 09:28 WIB

DUDUK BERSAMA: Suasana pelaksana bahan ajar kebencanaan di Lombok Utara. Bahan ajar tersebut diproyeksi sebagai mata pelajaran di sekolah
DUDUK BERSAMA: Suasana pelaksana bahan ajar kebencanaan di Lombok Utara. Bahan ajar tersebut diproyeksi sebagai mata pelajaran di sekolah
LombokPost - Forum Pengurangan Risiko Bencana KLU saat ini tengah menyusun bahan ajar literasi kebencanaan. Ini ditargetkan jadi bahan ajar di sekolah-sekolah.

Di salah satu ruangan di di Kantor Bupati Lombok Utara, sejumlah guru, pegiat kebencanaan, dan aparat pemerintah daerah duduk berdiskusi serius.

Kertas-kertas penuh catatan, slide presentasi yang menampilkan peta rawan bencana, hingga obrolan hangat mewarnai suasana.

Mereka tengah menyusun sesuatu yang jarang disentuh dalam dunia pendidikan. Yaitu bahan ajar literasi kebencanaan.

Diskusi tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun di baliknya, ada harapan besar agar generasi Lombok Utara yang lebih tangguh menghadapi bencana.


Di balik kegiatan itu, ada tekad besar Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB) KLU.

Bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pendidikan Kebudayaan, Pemuda dan Olahraga (Dikbudpora), mereka ingin agar anak-anak KLU tidak hanya mahir berhitung atau membaca, tetapi juga tanggap menghadapi bencana.

Ketua FPRB KLU Budiawan mengatakan sangat penting adanya pendidikan kebencanaan sejak dini.

Menurutnya, literasi bencana bukan sekadar pengetahuan tambahan, melainkan bekal hidup. Tidak ada yang bisa menebak waktu datangnya bencana.

”Tapi jika anak-anak kita sudah tahu cara menyelamatkan diri atau membantu orang lain, dampaknya bisa jauh lebih kecil,” imbuh pria yang yang juga Ketua Asosiasi Kepala Desa (AKAD) KLU itu.

Meski begitu, Budiawan mengakui konsep bahan ajar ini masih digodok. Apakah kelak akan menjadi muatan lokal, program kokurikuler (P5 dalam Kurikulum Merdeka), atau ekstrakurikuler, masih akan diputuskan.

”Yang terpenting, materi ini bisa tersampaikan dengan baik ke siswa,” katanya.

Upaya ini bukan sekadar program sesaat. Bagi FPRB, penyusunan bahan ajar literasi kebencanaan adalah bagian dari roadmap kerja mereka.

Budiawan menegaskan, Lombok Utara yang dikenal sebagai salah satu wilayah rawan bencana di NTB, memang harus menanamkan konsep mitigasi sejak dini.

Kepala Pelaksana BPBD KLU M. Zaldy Rahadian mengatakan pentingnya literasi kebencanaan di KLU bukan tanpa alasan.

Di daerah ini menyimpan 11 potensi bencana. Mulai dari gempa bumi, tsunami, banjir bandang, tanah longsor, hingga ancaman liquifaksi di wilayah tertentu.

”Tidak ada yang bisa memastikan kapan bencana terjadi. Tapi kita tahu potensinya, dan itu harus diantisipasi. Kesiapan adalah cara terbaik untuk meminimalisir dampaknya,” tegas Zaldy.

Ia mencontohkan, di wilayah Kecamatan Gangga memiliki potensi liquifaksi. Kemudian di tempat lain menghadapi ancaman berbeda.

”Karena itu, bahan ajar nantinya harus disesuaikan dengan konteks lokal tiap sekolah,” kata Zaldy.

Siswa yang tinggal di wilayah pesisir misalnya, perlu lebih banyak belajar tentang evakuasi tsunami. Sementara mereka yang tinggal di lereng bukit harus lebih siap menghadapi longsor.

Penyusunan bahan ajar ini juga diharapkan menjadi rujukan bagi guru. Guru bisa menjadi fasilitator yang menularkan kesadaran mitigasi, sehingga sekolah benar-benar menjadi ruang aman untuk belajar, sekaligus tempat pertama menanamkan kesiapsiagaan.

Kata Zaldy, kesiapan tidak mencegah bencana, tetapi bisa membuat masyarakat lebih kuat ketika menghadapinya.

Dan mungkin, dari ruang kelas sederhana di pelosok Lombok Utara, lahir anak-anak yang kelak bisa menyelamatkan lebih banyak nyawa.

Editor : Siti Aeny Maryam
#Forum Pengurangan Risiko Bencana KLU #fprb Lombok Utara #Pemda KLU #susun bahan ajar #Lombok Utara