LombokPost - Desa Senaru, Kecamatan Bayan kembali menjadi sorotan nasional. Itu setelah desa ini masuk empat besar desa wisata terbaik se-Indonesia.
Desa Senaru selanjutnya akan bersaing meraih sertifikasi desa wisata dunia dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf).
Kepala Desa Senaru Raden Akria Buana mengatakan, tim penilai dari Kemenparekraf akan datang langsung untuk melakukan asesmen terhadap manajemen pengelolaan desa wisata.
Dari 2.800 desa wisata yang terdaftar di Indonesia, Senaru berhasil menembus posisi empat besar.
Desa Senaru memiliki daya tarik utama berupa panorama alam menakjubkan. Di antaranya Air Terjun Sendang Gile, Tiu Kelep, Batara Lenjang, hingga rumah adat tradisional.
Sementara dari sisi budaya, desa ini tetap mempertahankan kesenian lokal seperti Minangin, Gegero, Suling Dewa, Cupak Grantang, dan Rudat.
Raden Akria mengatakan, masyarakat desa terus berupaya menjaga kekayaan budaya tersebut. Terutama kesenian lokal Minangin yang menjadi salah satu andalan kekayaan budaya di desanya.
Dia menambahkan, vapaian tersebut tidak lepas dari peningkatan kunjungan wisatawan setiap tahunnya.
Sejak 2023 hingga kini, jumlah kunjungan wisatawan domestik maupun mancanegara terus meningkat. Pada tahun 2023 mencapai 50 ribu orang.
Bahkan sempat tembus di angka 75 ribu pada tahun 2024. Rata-rata kunjungan di Desa Senaru 250-300 wisatawan asing datang setiap hari.
"Ini belum termasuk wisatawan domestik. Jadi kunjungan di Desa Senaru selalu meningkat," jelas Raden Akria
Selain itu, Desa Senaru telah meraih berbagai penghargaan bergengsi. Pada 2021, Senaru masuk peringkat keempat kategori daya tarik wisata budaya dan alam dalam ajang Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI).
Ketika itu, kata Raden Akria, desa yang dipimpinnya tersebut bersaing dengan 1.800 desa wisata lain di Indonesia.
Pada 2023, Desa Senaru juga diganjar penghargaan sebagai desa tematik wisata oleh Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi.
Penghargaan tersebut diraih Desa Senaru terkat pengelolaan berbasis masyarakat yang sukses diterapkan.
Editor : Prihadi Zoldic