Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Ibu-Ibu PKK Desa Jago Belajar Olah Pepaya Jadi Kripik

Habibul Adnan • Rabu, 1 Oktober 2025 | 14:08 WIB

BERNILAI EKONOM: Pemateri dan para peserta setelah mengikuti pelatihan peningkatan produktivitas dan kualitas produksi usaha kripik pepaya
BERNILAI EKONOM: Pemateri dan para peserta setelah mengikuti pelatihan peningkatan produktivitas dan kualitas produksi usaha kripik pepaya
LombokPost – Sebanyak 20 ibu-ibu PKK Desa Jago, Kecamatan Praya mengikuti pelatihan peningkatan produktivitas dan kualitas produksi usaha kripik pepaya.

Kegiatan dilaksakanakan Insitut Pendidikan Nusantara Global (IPNG).

Acaranya berlangsung selama dua hari. Yaitu pada tanggal 24–25 September 2025 lalu.

Kegiatan tersebut terlaksana atas dukungan hibah pengabdian kepada masyarakat dari Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Ditjen Dikti).

Pelatihan diisi oleh tiga dosen IPNG yakni Ahmad Taufik yang sekaligus Ketua Panitia.

Kemudian pemateri kedua Fena Prayunisa, dan Lalu Yoga Vandita.


Ahmad Taufik mengatakan, tujuan utama kegiatan ini adalah membuka peluang usaha baru bagi masyarakat.

Pihaknya ingin ibu-ibu PKK bisa memanfaatkan pepaya yang selama ini kurang bernilai.

 Baca Juga: TP PKK NTB Sosialisasi Ketahanan Keluarga Anti Narkoba di SMKN 2 Sekotong

"Agar bisa menjadi produk dengan harga jual dan menambah penghasilan keluarga,” ujarnya.

Kemudian pemateri kedua Fena Prayunisa. Dia membahas manfaat buah pepaya. Mulai dari kandungan gizi hingga potensi kesehatan.

“Pepaya kaya vitamin dan serat, sangat baik untuk tubuh," katanya

Melalui pelatihan tersebut, dia berharap ibu-ibu bisa memanfaatkan buah ini menjadi bernilai ekonomi.

Baca Juga: Lombok Utara Terima 16,9 Ton Bantuan Benih Padi Gogo

"Kita belajar bagaimana buah yang sering terabaikan justru bisa menjadi sumber ekonomi baru,” jelasnya.

Sementara itu, pemateri ketiga Lalu Yoga Vandita. Dia menyoroti aspek hukum dalam menjalankan usaha.

Menurutnya, ketika ibu-ibu memulai usaha, penting memahami aturan usaha, mulai dari perizinan hingga label halal.

"Dengan begitu produk kripik pepaya tidak hanya enak, tapi juga legal dan layak jual,” terang Lalu Yoga.

Sementara itu, peserta tidak hanya mendapatkan materi. Mereka langsung praktik pembuatan kripik.

Dalam praktik para peserta dibantu dua mahasiswa, yaitu Aswari Almahera dan Irwan Jayadi.

Kedua mahasiswa ini mendampingi proses mulai dari pengupasan, pengirisan, hingga penggorengan menggunakan alat yang juga telah disediakan panitia. Seperti pisau, hingga alat pengering minyak.

Kegiatan berlangsung lancar, mulai dari sesi materi hingga praktik.

Harapannya, ibu-ibu PKK Desa Jago dapat mengembangkan usaha kripik pepaya secara berkelanjutan, sehingga peluang kerja dan tambahan penghasilan semakin terbuka.

Editor : Kimda Farida
#Lombok Tengah #pelatihan ibu pkk #PKK desa Jago Praya #pelatihan meningkatkan produktivitas