Acara yang diinisiasi Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa Kemendikdasmen RI ini diikuti 40 peserta dari berbagai kalangan, mulai dari pelajar SMA/SMK/MA, mahasiswa, guru, orang tua, hingga tokoh masyarakat dan aktivis pemuda.
Narasumber utama Irma Elmira Husbuyanti, S.I.Kom., MA, dosen Ilmu Komunikasi Universitas 45 Mataram, menekankan pentingnya etika bermedia sosial serta kesadaran akan jejak digital.
“Bijak bermedia berarti berpikir sebelum mengunggah, menyaring sebelum membagikan, dan menghormati orang lain di ruang digital,” jelasnya.
Diskusi berlangsung interaktif dengan banyak pertanyaan dari peserta seputar hoaks, privasi digital, hingga pemanfaatan media sosial untuk menulis dan membangun personal branding.
Ketua Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira, Sandi Justitia Putra, S.I.Kom., MA, menyebut seminar ini sebagai langkah nyata komunitas literasi dalam menjawab tantangan era digital.
Sementara itu, Kepala Dinas Kominfo KLU, Hairul Anwar, S.Kom., mengapresiasi kegiatan ini dan menegaskan pentingnya kolaborasi dalam membangun kesadaran digital masyarakat.
Melalui kegiatan ini, Sasak Literatif 2025 diharapkan mampu melahirkan agen-agen literasi digital di Lombok Utara yang cerdas, kreatif, dan bijak dalam menghadapi arus informasi global.
Editor : Kimda Farida