Kegiatan ini menjadi penutup dari empat agenda utama yang digagas oleh Rumah Budaya Kembang Rampe Sammira bekerja sama dengan Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI.
Empat kegiatan yang terangkum dalam Sasak Literatif 2025 meliputi: Workshop Pengelolaan TBM dan Komunitas Literasi.
Seminar Literasi di Era Digital, Diskusi Komunitas Literasi, serta Lokakarya Penulisan Cerpen sebagai penutup.
Seluruh rangkaian berlangsung sejak akhir September dengan antusiasme tinggi dari peserta yang terdiri atas pengelola TBM, komunitas literasi, guru, mahasiswa, dosen, pelajar, hingga masyarakat umum.
Dalam lokakarya penulisan cerpen, Masdiyanto, S.IP, penulis asal Lombok Utara, tampil sebagai narasumber utama.
Ia membagikan pengalaman kreatif dalam menulis sekaligus mengajak peserta menjadikan karya sastra sebagai ruang menyuarakan realitas sosial.
“Menulis cerpen bukan hanya menciptakan kisah, tetapi juga menyuarakan realita yang sering terabaikan. Imajinasi adalah jembatan menuju kesadaran sosial,” ujar Masdiyanto di hadapan peserta.
Sementara itu, Ketua Rumah Budaya Kembang Rampe, sekaligus penanggung jawab Kegiatan Sasak Literatif 2025 Sandi Justitia Putra menegaskan bahwa kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi lintas lembaga dan komunitas yang bertujuan menumbuhkan ekosistem literasi di Lombok Utara.
"Sasak Literatif bukan sekadar ajang berkumpul, tetapi ruang tumbuhnya kesadaran budaya melalui literasi. Literasi harus hidup di tengah masyarakat sebagai gerakan kultural yang membangun,” ungkapnya.
Penutupan Sasak Literatif 2025 juga dihadiri Plt Kepala Dinas Pendidikan, Kepemudaan, dan Olahraga (Dikpora) KLU H. Muhammad Najib yang secara resmi menutup seluruh rangkaian kegiatan.
Dalam sambutannya, ia memberikan apresiasi atas kontribusi komunitas literasi dalam membangun semangat membaca dan menulis di masyarakat.
“Gerakan literasi seperti ini sangat penting untuk membentuk karakter generasi muda. Pemerintah daerah akan terus mendukung inisiatif yang mendorong pendidikan berbasis budaya dan kreativitas,” tegasnya.
Melalui kolaborasi antara lembaga pemerintah dan komunitas literasi, Sasak Literatif 2025 menjadi simbol semangat gotong royong dan kreativitas dalam memperkuat gerakan literasi di Lombok Utara.
Dia berharap kegiatan ini menjadi inspirasi bagi tumbuhnya masyarakat yang cerdas, berdaya, dan berbudaya literasi.
Editor : Kimda Farida