Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Bupati Najmul Bakal Evaluasi Serius Pelayanan RSUD Tanjung atas Dugaan Kelalaian Pelayanan Ibu Hamil

Habibul Adnan • Sabtu, 11 Oktober 2025 | 09:16 WIB

EVALUASI: Pelayanan RSUD Lombok Utara tengah mendapat sorotan setelah ada kasus bayi meninggal dunia
EVALUASI: Pelayanan RSUD Lombok Utara tengah mendapat sorotan setelah ada kasus bayi meninggal dunia
LombokPost -.Kasus meninggalnya bayi dari Winda Astuti menjadi perbincangan serius warga Lombok Utara.

Bayi tersebut meninggal dunia diduga karena tak mendapatkan pelayanan optimal dari pihak RSUD Lombok Utara, pada Kamis (9/10) lalu.

Dari informasi yang dihimpun Koran ini, kasusnya berawal ketika perempuan asal Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung itu memeriksa kehamilannya yang berusia 7 bulan di Puskesmas Pemenang.

Di mana hasil pemeriksaan menunjukkan dugaan infeksi saluran kemih. Pasien kemudian diberikan obat.

Namun rasa sakit tak kunjung reda hingga Winda dirujuk ke RSUD Lombok Utara. Di IGD RSUD, Winda tidak langsung mendapat penanganan intensif.

Petugas medis kembali menegaskan bahwa kondisinya hanyalah infeksi saluran kemih biasa.

Dia pun diperbolehkan pulang. Ironisnya, Winda justru melahirkan di rumah tanpa bantuan tenaga medis. Bayinya kemudian dibawa kembali ke RSUD, namun nyawa si bayi tak bisa diselamatkan.

Kematian bayi disebut karena penanganan medis di rumah sakit yang tidak optimal.

Menanggapi insiden tersebut, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menyatakan akan melakukan evaluasi serius terhadap jajaran manajemen RSUD.

Bupati menegaskan kejadian ini sebenarnya bisa dianggap sebagai kekeliruan manusiawi.

Meski begitu, dia memastikan tetap harus menjadi bahan introspeksi mendalam agar tidak kembali terulang.

Najmul juga mengaku telah menghubungi direktur rumah sakit. Dia memerintahkan agar pihak rumah sakit memberikan penjelasan resmi supaya informasinya tidak simpang siur.

”Memang harus ada evaluasi yang serius terkait pelayanan,” ujarnya, Jumat (10/10).

Najmul berharap manajemen RSUD memberikan klarifikasi secepatnya. Dia juga memastikan adanya pembenahan menyeluruh terhadap sistem dan prosedur pelayanan di rumah sakit tersebut.

”Kita lihat ini sebagai suatu insiden yang manusiawi, tapi bukan berarti dibiarkan. Saya akan lakukan evaluasi yang serius terhadap persoalan ini,” tuturnya.

Menurutnya, keselamatan pasien harus menjadi prioritas utama di setiap lini layanan kesehatan di Lombok Utara.

Bupati juga menyampaikan ucapan belasungkawa kepada keluarga korban.

Ketua DPRD KLU Agus Jasmani menyebut peristiwa ini menjadi alarm serius bagi kualitas layanan kesehatan. Ia berencana memanggil manajemen RSUD untuk dimintai klarifikasi.

”Kami mendorong dilakukan audit terhadap standar operasional penanganan pasien, terutama bagi ibu hamil,” katanya.

Menurutnya, hal ini bukan hanya persoalan medis. Tetapi juga menyangkut kemanusiaan, kepatuhan terhadap prosedur, dan kepekaan petugas terhadap kondisi pasien.

Agus menduga ada yang tidak beres terhadap pelayanan di RSUD sehingga tidak mampu memberikan penanganan secara maksimal untuk masyarakat.

Politisi PKB ini menyebut, pihaknya akan memastikan bahwa jika ada unsur kelalaian atau pelanggaran prosedur, maka harus ada pertanggungjawaban. Tidak boleh ada pembiaran.

”Kami sangat menyesalkan kejadian tragis yang menimpa seorang ibu hamil yang dipulangkan oleh pihak RSUD, yang kemudian melahirkan tanpa penanganan medis hingga bayinya meninggal dunia,” tutup Agus Jasmani.

Editor : Jelo Sangaji
#pelayanan RSUD lombok utara #Bupati Lombok Utara H Najmul Akhyar #bayi meninggal di rsud Lombok Utara #evaluasi manajemen rsud