Ini merupakan upaya memperkuat identitas pariwisata daerah sekaligus meningkatkan layanan informasi berbasis digital.
Kepala Dinas Pariwisata Lombok Utara Denda Dewi Tresni Budi Astuti menjelaskan, ini juga bagian dari langkah modernisasi pengelolaan pariwisata daerah agar lebih profesional dan mudah diakses oleh publik.
“Selama ini banyak tamu datang langsung ke kantor karena TIC sebelumnya belum berjalan maksimal," katanya.
Karena itu, pihaknya menghadirkan inovasi ini. Denda menyebutkan, hingga saat ini sudah terdapat sekitar 600 pengguna terdaftar pada platform TIC online.
Ke depan, sistem ini akan terus diperbarui agar semakin banyak wisatawan dapat memperoleh informasi lengkap mengenai destinasi wisata di Lombok Utara.
Selain memperkuat promosi, Dispar juga berupaya memperbaiki sistem penarikan retribusi pariwisata.
"Retribusi kami saat ini sudah mencapai Rp 6,4 miliar dari target Rp 9 miliar. Kami optimistis bisa mencapai target karena sistemnya kini lebih transparan dan akuntabel,” ujar Denda.
Momentum besar seperti ajang MotoGP Mandalika juga dimanfaatkan untuk meningkatkan promosi dan perekonomian lokal.
Denda menyebutkan, keterlibatan UMKM Lombok Utara dalam ajang internasional tersebut membawa dampak positif.
"Selama MotoGP, UMKM kita mampu meraih omzet hingga Rp 77 juta. Kami berharap promosi seperti ini terus berjalan agar wisatawan yang datang ke Mandalika juga memperpanjang liburannya ke Lombok Utara,” tambahnya.
Sementara itu, Bupati Lombok Utara Najmul Akhyar menilai peluncuran TIC dan logo wisata baru menjadi simbol semangat baru dalam pembangunan sektor pariwisata daerah.
"Sangat penting bagi tamu yang ingin mengenal Lombok Utara lebih dekat," katanya.
Ia menegaskan bahwa pengembangan pariwisata perlu dilakukan secara terintegrasi dengan sektor lain.
Seperti dengan sektor pertanian, perdagangan, dan ketenagakerjaan.
Editor : Siti Aeny Maryam