Metropolis Nasional Ekonomi Bisnis Politika Hukrim Astra Honda NTB Sportivo Newstainment Pendidikan Video Dunia Teknologi Kesehatan Gaya Hidup Kuliner Lapsus Lifestyle Opini Aneka

Buntut Dugaan Kelalaian Layani Pasien, RSUD KLU Evaluasi Menyeluruh Aspek Pelayanan

Habibul Adnan • Selasa, 14 Oktober 2025 | 09:30 WIB
JANJI EVALUASI: Direktur RSUD Lombok Utara drg Nova Budiharjo bersama jajarannya memberikan klarifikasi terkait kasus kematian bayi.
JANJI EVALUASI: Direktur RSUD Lombok Utara drg Nova Budiharjo bersama jajarannya memberikan klarifikasi terkait kasus kematian bayi.

LombokPost - Kasus kematian bayi dari Winda Astuti warga Dusun Sira, Desa Sigar Penjalin mendorong manajemen RSUD Lombok Utara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pelayanan kesehatan.

Evaluasi ini menjadi bukti bahwa rumah sakit tidak menutup mata terhadap peristiwa tersebut.

”Evaluasi secara internal tetap akan dilakukan, untuk memastikan agar kualitas pelayanan ke depan semakin baik,” kata Direktur RSUD KLU drg. Nova Budiharjo.

Nova menjelaskan evaluasi ini meliputi sistem dan prosedur pelayanan di rumah sakit.

Hasil evaluasi akan menjadi dasar memperbaiki berbagai aspek pelayanan, mulai dari komunikasi antara tenaga medis dan pasien, alur penanganan gawat darurat, hingga peningkatan respon terhadap kasus berisiko tinggi.

Sementara itu, Nova memastikan terhadap kasus ini, tindakan medis yang dilakukan telah mengikuti standar operasional prosedur (SOP).

Misalnya dengan melakukan observasi, penanganan, serta pemberian obat kepada pasien.

Nova kemudian memaparkan kronologi penanganan terhadap pasien Winda Astuti.

Dia menjelaskan pasien atas nama Winda datang ke RSUD Lombok Utara dalam kondisi hamil enam bulan dengan keluhan nyeri pada perut.

Setelah pemeriksaan, dokter mendiagnosis adanya infeksi saluran kemih.

”Sementara kondisi janin dinyatakan sehat,” katanya.

Baca Juga: Puluhan RTLH di Lombok Utara Tuntas Dibangun Tahun Ini

Sebagai langkah penanganan, pasien diberikan obat untuk mengatasi infeksi dan nyeri.

Kemudian, kondisi pasien stabil, dan disarankan rawat jalan.

Tetapi tak lama setelah pulang, pasien kembali ke rumah sakit dalam keadaan bayi telah lahir.

”Tim medis segera melakukan penanganan intensif, namun bayi tidak dapat diselamatkan dan meninggal dunia sekitar satu jam setelah dilahirkan,” ungkapnya.

Pihak RSUD, lanjut Nova, menjadikan kasus ini sebagai pembelajaran penting untuk memperkuat kepekaan dan kecepatan respon tenaga medis terhadap kondisi pasien.

Tapi pada prinsipnya, tak ada satu pun tenaga medis yang menginginkan hal buruk terjadi pada pasiennya.

”Kami minta maaf apabila pelayanan yang diberikan dirasakan kurang memadai. Kami sudah berusaha sebaik mungkin sesuai SOP.

Namun terkadang ada keadaan tak terduga di luar prediksi kami dan tim medis,” tutupnya.

Seperti yang diketahui, kematian bayi ini terjadi pada Kamis (9/10) lalu.

Bayi tersebut lahir di usia kehamilan 6 bulan dan berat 700 gram. Ibunya bernama Winda Astuti, asal Desa Sigar Penjalin, Kecamatan Tanjung.

Editor : Akbar Sirinawa
#kematian bayi di RSUD Lombok Utara #rsud lombok utara #kematian bayi #Pemda KLU